Pariaman (ANTARA) - Badan Narkotika Kota (BNK) Pariaman, Sumatera Barat, menyasar usia produktif sebagai pihak yang menerima sosialisasi bahaya narkoba guna melawan penyebaran barang haram itu di daerah tersebut.



“Narkoba tidak pandang bulu, bisa menyerang siapa saja. Meskipun demikian yang menjadi target empuk narkoba umumnya adalah generasi muda yang berusia 15-30 tahun," kata Ketua BNK Pariaman Mardison Mahyuddin saat sambutan pada Sosialisasi Pencegahan Narkoba Bagi Siswa di SMKN 4 Pariaman, Senin.



Mardison yang juga Wakil Wali Kota Pariaman itu mengatakan dari rentang usia itu kelompok remaja yang menjadi pihak rentan terkena pengaruh narkoba sehingga harus diberikan pemahaman terkait barang haram itu.



Padahal, kata dia, remaja dan usia produktif merupakan generasi penerus bangsa sehingga jika kelompok tersebut dibiarkan terjerumus ke dalam barang haram itu maka tidak saja keluarga yang hancur namun juga masa depannya dan bangsa ini.



"Selalu ingat dengan moto 'pendidikan yes, narkoba no'. Jika ingat dengan moto tersebut pasti semua akan terhindar dari narkoba serta akan meraih kesuksesan di masa depan,” katanya.



Pada kesempatan tersebut ia juga meminta siswa untuk menjaga nama baik sekolah dan daerah dengan tidak melakukan tindakan kriminal dan penyalahgunaan narkoba.



Warga di daerah itu diminta untuk tidak ikut dalam pelaku penyalahgunaan narkoba dan diharapkan membantu aparat kepolisian mengungkap peredaran barang haram itu.



Kapolres Kota Pariaman AKBP Abdul Azis menyebutkan pihaknya terus mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum instansi itu yang meliputi Kota Pariaman dan sejumlah kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman.



Terdata semenjak Januari hingga Agustus Polres Pariaman telah mengungkap sekitar 30 kasus penyalahgunaan narkoba dengan jumlah tersangka 45 orang.



Ia menyampaikan sebagian besar pelaku yang menjadi tersangka yang ditangkap Polres Pariaman merupakan usia produktif.