Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Joe Biden menandai Hari Kemerdekaan Ukraina pada Rabu dengan bantuan keamanan senilai tiga miliar dolar AS (sekitar Rp44,6 triliun), yang merupakan paket bantuan terbesar dari Washington sejak invasi Rusia enam bulan lalu.

Bantuan itu diumumkan ketika para pejabat AS memperingatkan bahwa Rusia tampaknya berencana untuk meluncurkan serangan baru terhadap infrastruktur sipil dan fasilitas pemerintah Ukraina dalam beberapa hari mendatang.

"Amerika Serikat berkomitmen untuk mendukung rakyat Ukraina saat mereka melanjutkan perjuangan untuk mempertahankan kedaulatan mereka," kata Biden dalam sebuah pernyataan.

Bantuan sekitar 2,98 miliar dolar akan memungkinkan Ukraina untuk memperoleh sistem pertahanan udara, sistem artileri dan amunisi, sistem pesawat udara tak berawak, dan radar untuk memastikan pasukannya dapat terus mempertahankan diri dalam jangka panjang.

Secara total, AS telah memberikan sekitar 10,6 miliar dolar bantuan keamanan ke Ukraina sejak awal pemerintahan Biden pada Januari 2021. Sejak 2014, AS telah memberikan lebih dari 12,6 miliar dolar bantuan keamanan ke Ukraina.

Paket baru menggunakan dana dari Inisiatif Bantuan Keamanan Ukraina (USAI) yang dialokasikan oleh Kongres untuk memungkinkan pemerintahan Biden mendapatkan senjata dari industri daripada mengambil senjata dari stok senjata AS yang ada.

Sejak pasukan Rusia menginvasi pada 24 Februari dalam apa yang oleh Presiden Vladimir Putin disebut sebagai "operasi militer khusus" untuk mendemiliterisasi Ukraina, konflik telah berubah menjadi perang akibat gesekan yang terjadi terutama di timur dan selatan negara itu.


Sumber: Reuters
Baca juga: Presiden AS setuju sediakan rudal jarak jauh untuk Ukraina
Baca juga: AS janjikan lebih banyak bantuan untuk lawan Rusia
Baca juga: Biden umumkan tambahan bantuan 800 juta dolar AS untuk Ukraina