Palangka Raya (ANTARA) - Terdapat sejumlah berita penting dan menarik bidang ekonomi pada Selasa (23/8/2022) kemarin yang informasinya masih layak untuk disimak pada pagi hari ini, mulai dari Presiden Joko Widodo yang menegaskan pemerintah berhati-hati menyesuaikan harga BBM Pertalite hingga BI menaikkan suku bunga jadi 3,75 persen.
Berikut rangkuman berita selengkapnya.


Presiden minta penyesuaian harga Pertalite tidak turunkan daya beli rakyat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan perubahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite akan diputuskan secara hati-hati agar tidak menurunkan daya beli rakyat dan tak mengganggu pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca berita selengkapnya di sini.


Wapres : Pemerintah ingin miliki saham di BSI

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan ada keinginan pemerintah untuk memasukkan atau memiliki saham Bank Syariah Indonesia (BSI), yang saat ini masih dimiliki oleh Bank Himbara.

Baca berita lengkapnya di sini.


Pupuk Indonesia bidik posisi pemain utama amonia di Asia

PT Pupuk Indonesia (Persero) sedang menyiapkan diri menjadi pemain utama amonia biru dan amonia hijau di Benua Asia mengingat kedua jenis senyawa gas itu sangat dibutuhkan untuk keperluan energi ramah lingkungan.

Baca berita lengkapnya di sini.


Sri Mulyani: Subsidi energi melebar Rp198 triliun jika BBM tidak naik

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan anggaran untuk subsidi energi berpotensi melebar Rp198 triliun jika harga BBM bersubsidi yakni Pertalite dan Solar tidak naik.

Baca informasi lengkapnya di sini.


BI naikkan suku bunga jadi 3,75 persen, mitigasi kenaikan inflasi inti

Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 22-23 Agustus 2022 memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan alias BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin (bps) dari 3,5 persen menjadi 3,75 persen.

Simak informasi selengkapnya di sini.


Baca juga: Kemarin, skema penyesuaian subsidi BBM hingga kunjungan wisman Bali
Baca juga: Kemarin, pemerintah salurkan RP97,44 triliun KPR hingga travel fair
Baca juga: Kemarin, Mendag optimistis geliat ekonomi makin positif