Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyelenggarakan Program Kejar Prestasi Generasi Muda Indonesia atau Kreasimuda Indonesia untuk mendorong agar setiap pelajar berusia di bawah 18 tahun memiliki setidaknya satu rekening tabungan di bank.

“Sembari kita melakukan inklusi keuangan, pelajar tadi sampai tingkat mahasiswa secara langsung juga bisa ikut dalam program literasinya,” kata Mahendra usai webinar Puncak Kejar Prestasi Generasi Muda (Kreasimuda) yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Dengan perkembangan berbagai produk yang memberikan janji tidak benar, pelajar juga perlu dibekali ilmu memperdalam pilihan produk keuangan yang dapat digunakan.

“Produk yang seringkali memberikan janji yang menyesatkan dapat menimbulkan masalah ke depan. Cara yang paling baik menangkalnya adalah memperdalam pengetahuan terkait pilihan yang ada, bukan menutup diri,” kata Mahendra.

Baca juga: OJK: Sebanyak 63 persen pelajar memiliki rekening di bank

Meskipun nantinya produk-produk yang tidak sesuai standar hukum akan ditindak oleh aparat, menurutnya, pelajar sebagai konsumen yang menabung juga perlu memiliki pengetahuan sebagai garis utama pertahanan.

“Ini juga yang ingin kita lakukan, sehingga semakin banyak yang mengerti bagaimana menabung dengan aman dan betul-betul berkontribusi bagi tambahan dana yang bisa dialokasikan lebih lanjut bagi pembangunan,” ujar Mahendra.

Dalam webinar, Mahendra Siregar menyebutkan pembukaan rekening tabungan melalui ponsel aman dilakukan selama perbankan digital yang menawarkan jasa tabungan telah terdaftar resmi di OJK.

“Kalau mereka ada logo OJK dan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) yang bisa diperiksa di situsnya, itu aman. Kita harus tetap kritis karena barangkali jumlah penyelenggara yang aman dan tidak aman ini sama banyaknya,” ucapnya.

Baca juga: Wamenkeu terus kerja sama dengan OJK tingkatkan inklusi keuangan