Depok (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI) kembali menempati posisi teratas perguruan tinggi (PT) di Indonesia versi Webometrics Ranking of World Universities edisi Juli 2022.

Kepala Biro Humas dan KIP UI, Dra Amelita Lusia, di kampus UI Depok, Rabu mengatakan pada edisi kali ini, posisi UI berada di peringkat 603 dunia, naik 46 peringkat dari Webometrics Ranking of World Universities edisi Januari 2022 di mana UI berada di posisi 649 dunia.

Sedangkan untuk Asia Tenggara, pada Webometric Juli 2022 ini UI menempati peringkat ke-10, dan berada di peringkat pertama perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

"Sejak 2020, peringkat UI di Webometric terus meningkat. Pada Juli 2020 dan Juli 2021, secara 'overall rank' UI menempati peringkat 694 dan 729," katanya.

Pencapaian ini diraih berkat keberhasilan UI memenuhi persyaratan penilaian Webometrics berdasarkan tiga indikator, yaitu visibility atau web contents impact, transparency atau openness, dan excellence atau scholar.

Webometrics merupakan sistem pemeringkatan yang dilakukan berbasis website terhadap Perguruan Tinggi se-dunia. Webometrics melakukan penilaian berdasarkan aspek kehadiran dan visibilitas web sebagai indikator kinerja global sebuah universitas.

Indikator-indikator tersebut memperhitungkan komitmen dalam mengajar, berbagai hasil penelitian, the perceived international prestige, hubungan dengan komunitas termasuk sektor industri dan ekonomi dari universitas. Webometrics menerbitkan ranking web dari universitas di dunia setiap enam bulan sekali, yakni pada edisi Januari dan Juli.

Dari tiga indikator tersebut, pada indikator "impact rank" UI naik 36 peringkat menjadi 323 di dunia. Pada indikator "excellence rank" UI naik 50 peringkat, berada di posisi 1127 dunia.

Kemudian, pada indikator "openness rank" posisi UI saat ini berada di peringkat 780 dunia. Indikator visibility atau web contents impact (dengan bobot 50 persen) menilai jumlah jaringan eksternal (subnets) yang terhubung ke halaman web institusi (dinormalisasi dan kemudian dipilih nilai maksimum).

Untuk indikator transparency atau openness (dengan bobot 10 persen) merupakan jumlah kutipan dari 210 penulis teratas yang bersumber dari Google Scholar Profiles, dan indikator excellence atau scholar (dengan bobot 40 persen) merupakan jumlah artikel publikasi ilmiah di antara 10 persen teratas yang paling banyak dikutip dari 27 disiplin ilmu dengan sumber dari Scimago, demikian Amelita Lusia.

Baca juga: UI perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi webometric 2021

Baca juga: UI raih peringkat pertama Indonesia US News Best Global Universities

Baca juga: UI kembali peringkat pertama versi THE Asia University ranking

Baca juga: UI peringkat teratas di Indonesia versi THE World University rangking