Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menilai wajar bila vaksin booster (penguat) COVID-19 diterapkan sebagai syarat untuk pengunjung agar dapat masuk mal, namun hal tersebut dinilai tidak akan berpengaruh kepada jumlah pengunjung mal.

“Tidak ada pengaruh. Orang yang datang ke mal justru yang lebih peduli dengan masalah kesehatan dan mungkin mayoritas dari mereka sudah (divaksin) booster,” kata Hariyadi melalui sambungan telepon di Jakarta, Senin.

Menurut Hariyadi, Apindo pada dasarnya mendukung kebijakan yang dinilai baik tersebut. Namun katanya, pemerintah harus memperhatikan penyediaan vaksin penguat dan informasi seputar lokasi vaksinasi.

Haryadi juga mengatakan bahwa saatnya untuk menggencarkan kembali vaksinasi booster saat ini. “Harusnya (program booster) terus continues (berkelanjutan), jadi memang COVID ini tidak bisa diremehkan,” ujarnya.

Sebagaimana diwartakan, keputusan Presiden Jokowi mensyaratkan booster untuk masuk mal dan melakukan perjalanan menggunakan angkutan umum agar capaian vaksinasi terus naik yang bertujuan untuk keselamatan semua.

"Langkah Presiden membuat booster menjadi syarat, saya kira masuk akal. Masyarakat harus dipaksa untuk kepentingan dan keselamatan bersama. Kalau tidak begitu, saya kira cakupan vaksin booster masih akan rendah," ucap Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah akan mempercepat penyuntikan vaksin penguat karena kasus harian COVID-19 meningkat. Dia memperkirakan puncak kasus aktif akan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan.

"Vaksin booster tetap harus diakselerasi, mengingat kasus harian dan kasus aktif sudah mulai meningkat. Diperkirakan puncaknya dalam beberapa minggu ke depan. Masyarakat terus kami imbau kembali mendisiplinkan diri dalam menjalankan protokol kesehatan," kata Airlangga.

Baca juga: Vaksinasi penguat jadi syarat masyarakat beraktivitas di ruang publik