Jakarta (ANTARA) - Sony dan Honda Motor resmi menyetujui usaha patungan yang dimiliki bersama yang akan mulai menjual mobil listrik pada tahun 2025.

Honda, seperti saingannya Toyota Motor yang lebih besar, lebih lambat beralih ke kendaraan listrik daripada pembuat mobil global dan berada di bawah tekanan dari investor untuk membuat mobil yang bebas karbon dan dilengkapi dengan teknologi baru seperti fitur self-driving.

Baca juga: Honda perkenalkan All New E: HEV pertama kalinya di dunia

Pembuat mobil, yang hanya menawarkan satu kendaraan listrik, Honda e, mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk meluncurkan 30 model kendaraan listrik dan membuat sekitar 2 juta kendaraan listrik setiap tahun pada 2030.

Untuk usaha patungan, pertama kali diumumkan pada bulan Maret dan diberi nama Sony Honda Mobility. Honda akan membawa keahliannya dalam membangun dan menjual mobil sementara Sony akan menambahkan perangkat lunak dan teknologinya, kata perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Sabtu.

Setiap perusahaan akan menginvestasikan 5 miliar yen di usaha patungan tersebut.

Eksekutif senior Honda Yasuhide Mizuno akan menjabat sebagai ketua dan CEO usaha patungan, sedangkan Wakil presiden eksekutif di Sony Izumi Kawanishi akan menjadi presiden dan chief operating officer.


Baca juga: Honda kembangkan "Striemo" listrik roda tiga

Baca juga: Honda jual 7.758 unit mobil pada Mei

Baca juga: Honda jual 7.758 unit mobil pada Mei