Jakarta (ANTARA) - General Motors (GM) membentuk entitas baru bernama GM Defence International dalam upaya memperluas jangkauan pasar kendaraan militer, terutama untuk mendukung transisi sekutu dan mitra Amerika Serikat.

GM Defence yang beroperasi sebagai anak perusahaan GM akan menyediakan kendaraan-kendaraan pertahanan yang lebih bertenaga, otonom, dan terhubung.

"Membentuk GM Defense International akan mendorong ekspansi berkelanjutan kami karena kami memanfaatkan warisan inovasi GM yang kaya untuk mendukung pelanggan pertahanan dan pemerintah global," kata Steve duMont, presiden GM Defense, dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Cadillac kenalkan Escalade-V 2023 bermesin "monster"

duMont mengatakan, sebagai pendatang di pasar kendaraan pertahanan, GM terus menerima umpan balik positif tentang kemampuannya untuk memajukan teknologi komersial dengan kecepatan yang dibutuhkan pelanggan di masa yang kompleks ini.

"Saat kami terus mengeksplorasi peluang di seluruh Amerika Utara, Eropa, Timur Tengah, kawasan Indo Pasifik dan sekitarnya, kami berharap dapat memanfaatkan teknologi komersial untuk memodernisasi kemampuan mobilitas angkatan bersenjata sekutu di seluruh dunia," katanya.

Dengan jangkauan ke manufaktur kelas dunia dan rantai pasokan global GM, GM Defense dapat menskalakan ke hampir semua tingkat produksi sambil memberikan pelanggannya akses ke pemeliharaan dan dukungan dalam skala global.

GM Defense juga akan memanfaatkan investasi GM sebesar 35 miliar dolar dalam teknologi transformasional untuk mendukung pertahanan global dan penggunaan pelanggan pemerintah akan elektrifikasi, otonomi, dan kendaraan yang terhubung di seluruh ruang pertempuran.

Baca juga: Buick tonjolkan wujud mobil masa depanlewat "Wildcat EV"

Baca juga: GM kantongi izin tarik ongkos penumpang mobil swakemudi

Baca juga: GM diretas, data pelanggan bocor