Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) menyediakan software atau piranti lunak untuk menilai kelayakan ekonomi dan finansial usaha UMKM yang dapat dimiliki secara gratis dengan mengunduhnya di www.smecda.com.

Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta, di Jakarta, Senin, mengatakan, pihaknya berharap piranti lunak DSS (Decision Support System) Kelayakan Ekonomi dan Finansial UMKM untuk menilai kelayanan ekonomi dan finansial usaha UMKM dapat tersosialisasikan secara optimal.

"Dengan begitu pelaku UMKM pada sektor perdagangan, pertanian, manufaktur, jasa, dan restoran dapat memanfaatkan software yang dirancang agar mudah dipahami ini," katanya.

DSS merupakan suatu sistem yang ditujukan untuk mendukung manajemen pengambilan keputusan.

Sistem itu berbasis model yang terdiri dari prosedur-prosedur dalam pemrosesan data dan pertimbangan untuk membantu manajer dalam mengambil keputusan.

"Software DSS UMKM ini adalah sebuah kelas sistem informasi yang terkomputerisasi yang dapat mendukung para penggunanya dalam perencanaan dan pengambilan keputusan kelayakan ekonomi dan keuangan usaha," kata Wayan.

Ia mengatakan, DSS diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam melakukan perhitungan, sekaligus ketelitian dalam perhitungan dan pemeriksaan.

Pihaknya juga mengharapkan aplikasi software DSS UMKM dapat memberikan efektivitas dan efisiensi bagi pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga intermediary dalam mengambil keputusan untuk mengembangkan bisnis UMKM.

"Pada 2011 kami menyosialisasikan sistem DSS di tujuh provinsi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas serta ketepatan perhitungan nilai kelayakan investasi," katanya.

Ia menambahkan, tujuh provinsi itu adalah Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Bangka Belitung, NTB, Bali, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.

Wayan berharap, penerapan DSS UMKM akan mempermudah proses pengambilan keputusan sehingga dapat berjalan lebih cepat, mudah, dan tepat berkat bantuan penggunaan teknologi komputasi.

"Selain itu juga menemukan dan mengenali berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi UMKM dalam mengembangkan bisnisnya," katanya.

Penerapan software itu, dikatakan Wayan, akan mendatangkan manfaat yakni dalam hal melakukan pengolahan dan analisis terhadap data primer dan sekunder serta mengidentifikasi variabel yang dapat dijadikan kriteria untuk perhitungan studi kelayakan ekonomi dan finansial pengembangan bisnis UMKM.

Software itu akan mengidentifikasi dari berbagai aspek meliputi aspek produksi termasuk gambaran komoditas, persyaratan teknis produk, proses pengolahan, dan penanganannya.

Di samping itu aspek pasar dan pemasarannya meliputi kondisi permintaan (termasuk pasar ekspor), penawaran, persaingan, harga, proyeksi permintaan serta aspek keuangan meliputi perhitungan kebutuhan biaya investasi dan kelayanan keuangan hingga analisis risiko.

"Software juga menyediakan fasilitas analisis kelayakan meliputi NPV, BEP, VP, IRR, Payback, periode, dan lain-lain," demikian I Wayan Dipta.

(H016)