Beirut (ANTARA News) - Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, menyerukan dukungan untuk hak asasi manusia dan menambahkan bahwa pembunuhan ilmuwan nuklir Iran adalah tindakan teroris.

Ban Ki-moon, dalam konferensi pers di Beirut, Sabtu, menggarisbawahi bahwa pembunuhan orang biasa ataupun ilmuwan tidak bisa diterima dan harus dikutuk, sebagaimana dinyatakan IRNA/OANA.

Dia menyebutkan, Lebanon merupakan negara dengan tingkat efektivitas yang tinggi di wilayah itu, dan menambahkan negara itu merupakan pemain penting dalam pembentukan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.

Sekjen melanjutkan, Lebanon memiliki posisi penting baginya dan PBB.

Dia mengatakan, adalah penting menjaga perdamaian dan stabilitas di Lebanon hari-demi-hari lebih jelas dan itulah mengapa ia telah memilih Lebanon sebagai negara pertama dalam lawatannya ke kawasan tersebut.

Mengacu pada situasi saat ini di Suriah dan prakarsa Liga Arab untuk menyelesaikan krisis di Suriah, sekjen PBB menggarisbawahi bahwa ia mengawasi perkembangan di Suriah dengan cermat dan mendukung upaya-upaya Liga Arab serta prakarsanya dalam keprihatinan ini.

Mengacu pada peran militer di Lebanon selatan, ia menggarisbawahi bahwa ia senang bahwa tentara Lebanon mencoba menjaga perdamaian di negaranya sendiri bersama dengan pasukan UNIFIL (H-AK)