Cape Town (ANTARANews) - Polisi Afrika Selatan menemukan dua kamera yang memata-matai mantan presiden Nelson Mandela.

Kedua kamera tersebut, yang diduga dipasang oleh kantor berita tertentu Barat, ditemukan di satu rumah di desa tak jauh dari rumah Mandela di Qunu, Cape Town Timur, kata juru bicara polisi Mzukisi Fatyela seperti dikutip kantor berita Xinhua.

"Kedua kamera itu dipasang di sana tanpa sepengetahuan pihak berwenang," kata juru bicara polisi tersebut tanpa menyebutkan lembaga yang memasang kamera itu di sana.Kedua kamera tersebut telah dicabut, kata juru bicara itu.

Menurut laporan sebelumnya, AP dan Reuters telah menggunakan kamera CCTV untuk memata-matai rumah Mandela di Qunu.

Kepala suku Nokwanele Balizulu, yang tinggal di seberang rumah Mandela, mengkonfirmasi kepada The Times bahwa wanita itu memberi izin kepada kantor berita Reuters dan AP untuk memasang kamera, tapi membantah ia dibayar karena telah melakukan tindakan itu.

Saat menanggapi laporan itu, juru bicara AP Paul Colford mengatakan, "Itu bukan kamera pengawas. Bersama media lain, AP telah bersiap untuk menghadapi perkembangan kondisi Mandela. Kamera AP tidak dihidupkan dan hanya akan digunakan dalam hal ada berita besar yang melibatkan mantan presiden Afrika Selatan tersebut."

Colford menambahkan, "Kami memiliki kesiapan serupa di luar Vatican sebelum Paus Johanes Paulus II meninggal."

Nelson Mandela Foundation menolak mengomentari laporan tersebut."Anda harus menghubungi polisi dan dinas keamanan mengenai itu," kata juru bicara yayasan itu Sello Hatang.

Mandela pindah dari Johannesburg ke Qunu --tempat ia dilahirkan-- beberapa hari sebelum ulang tahun ke-93 pada 18 Juli.
(C003)