Sentani (ANTARA News) - Jumlah pengidap HIV-AIDS di Provinsi Papua pada 2011 mencapai 10.522 kasus, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 7.000 kasus.

Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Papua, Constant Karma, di Sentani, Jumat mengatakan, peningkatan jumlah pengidap HIV-AIDS di wilayah paling timur Indonesia sangat cepat bahkan sudah merambah sampai ke daerah pedalaman.

"Pengidap HIV-AIDS di Papua meningkat, antara lain karena mobilitas penduduk cukup tinggi antardaerah, termasuk daerah-daerah yang baru dimekarkan," katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil penelitian, sirkumsisi (sunat) ternyata bisa mencegah penyebaran HIV-AIDS sebanyak 60 persen. Untuk itu Pemprov Papua sendiri saat ini bersama Persatuan Gereja- Gereja di Papua (PGGP) akan membuat semacam sikap pastoral soal sirkumsisi.

Karma mengungkapkan, dari jumlah yang telah mencapai 10.522 kasus itu, jumlah yang tertinggi adalah Kota Jayapura mencapai 2.012 kasus, disusul Kabupaten Jayawijaya 1.600 kasus.

Dari jumlah 10.522 kasus tersebut, seagian besar penderita adalah usia produksif yakni 15-40 tahun.
(KR-HLM)