Koba, Bangka Tengah (ANTARA News) - Peserta Seminar Gaharu Internasional, Kamis (24/11) menanam pohon gaharu di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bangka Tengah sebagai kegiatan praktik di lapangan.

Para peserta dari 18 negara dengan jumlah delegasi sebanyak 38 orang masing-masing menanam satu batang gaharu dipimpin langsung Bupati Kabupaten Bangka Tengah, Erzaldi Rosman.

Pantauan ANTARA di lapangan, nampak para delegasi bersemangat menanam tanaman gaharu pada lobang tanam yang telah disediakan panitia.

Seminar gaharu di Kabupaten Bangka Tengah yang berlangsung sejak Selasa, (22/11) hingga Kamis, (24/11) tersebut dihadiri 18 negara antara lain Vietnam, Myanmar, Bangladesh, Thailand, Kuwait, Singapura, Malaysia, India.

Kemudian Swiss, China, Sekretariat Convention on International Trade in Endangered Species (CITES), Qatar, Bhutan, Philipina, Jerman, Uni Emirat Arab dan Taiwan dan Indonesia termasuk dihadiri pihak Assosiasi Pengusaha Eksportir Gaharu Indonesia (Asgarin) dan tamu undangan lainnya.

Selesai melakukan penanaman gaharu, para delegasi diajak Bupati makan buah durian bersama-sama dengan para panitia sebagai bentuk keakraban mereka.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama di gedung serba guna Pemkab Bangka Tengah dan kemudian para delegasi melanjutkan perjalanan menuju hotel Novotel untuk beristirahat guna mengikuti acara penutupan di Pantai Pasir Padi Pangkalpinang.

Mohd Zamakhsyary, salah satu delegasi dari Malaysia mengaku senang dan puas dengan pelayanan yang diberikan panitia kepada para peserta apalagi disediakan buah durian yang saat ini di negaranya belum memasuki musim berbuah.

"Di Malaysia ada juga buah durian tapi saat ini belum ada yang berbuah," ujarnya.

Sementara Bupati Kabupaten Bangka Tengah, Erzaldi Rosman, mengatakan dirinya tidak bisa menilai apakah pelayanan yang diberikan para panitia dapat membuat para peserta puas atau justeru malah sebaliknya mereka kecewa.

"Biarkan peserta sendiri yang akan menilainya, namun saya berharap mereka merasa puas dengan pelayanan kita," ujarnya.

Namun, menurut dia, ketika makan siang usai di gedung serba guna para peserta memuji panitia yang menghidangkan aneka menu makanan, karena para panitia masih para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di daerah tersebut.

"Itu merupakan ide sederhana tergantung dari kita apakah akan berupaya mengubah yang sederhana menjadi luar biasa atau tidak," ujarnya.

Ia berharap, ke depannya Kabupaten Bangka Tengah dapat kembali menjadi tuan rumah dalam acara yang lebih besar untuk menunjukkan potensi daerah kepada para tamu.
(ANT-307/I013)