Palembang (ANTARA) - Fasilitas layanan khusus bagi narapidana atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan tahanan untuk bersilaturahmi dengan keluarga selama Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah/2022 berjalan sesuai harapan.

Berdasarkan evaluasi hasil pemantauan ke sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan) dalam dua hari ini, layanan sambungan komunikasi melalui video (video call) dan penitipan ketupat serta makanan menu Lebaran lainnya sudah sesuai prosedur dan harapan WBP/tahanan, kata
Kakanwil Kemenkumham Sumsel Harun Sulianto, di Palembang, Rabu.

Dia menjelaskan untuk memastikan layanan Hari Raya Idul Fitri bagi warga binaan pemasyarakatan dan tahanan di lapas dan rutan pihaknya telah melakukan pemantauan.

Melalui panggilan video (video call) dan layanan berbasis interkom, para narapidana dan tahanan bisa berkomunikasi dengan keluarga yang mengunjungi melalui telepon dua arah dalam bilik yang dipisah dengan dinding kaca.

Baca juga: 53 narapidana di Sumsel terima remisi Lebaran langsung bebas

Baca juga: 8.882 narapidana di Sumatera Selatan dapat remisi khusus Lebaran


"Hari Selasa (3/5) kemarin, saya mengunjungi Rutan Kelas I Pakjo Palembang, dalam kunjungan kerja itu menyaksikan langsung layanan penitipan barang dari para keluarga WBP dan tahanan serta layanan kunjungan berbasis interkom berjalan dengan baik," ujarnya.

Kemudian Kakanwil Harun juga mengunjungi lembaga pemasyarakatan khusus anak (LPKA) dan Lapas Perempuan Kelas II A Palembang dan menyaksikan WBP dan anak didik pemasyarakatan melakukan silaturahmi virtual dengan keluarganya melalui layanan panggilan video.

Kakanwil mengatakan kehadirannya di momentum Idul Fitri dalam rangka memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran agar terus bersemangat bertugas pagi, siang, malam, melayani, membina dan mengamankan warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan tahanan selama Idul Fitri 1443 H.

Harun juga minta jajarannya terus lakukan deteksi dini untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban jangan sampai ada narkoba, WBP kabur/melarikan diri, jangan ada pungli, kedepankan HAM dan lakukan prokes ketat cegah COVID-19.

"Tetap semangat, jaga kekompakan dan jaga kesehatan sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik," kata mantan Kakanwil Sulawesi Selatan itu.

Sementara Kepala Rutan Kelas I Pakjo Palembang Bistok Oloan Sitongkir didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Dedy menjelaskan mekanisme layanan di pusat layanan terpadu serta layanan penitipan barang, hingga pemindaian barang titipan menggunakan mesin x-ray.

Sementara untuk meningkatkan pengamanan rutan, pihaknya didukung personel Polrestabes Palembang dan jajaran Polsek setempat.*

Baca juga: Polda Sumsel tempatkan 96 pos pengamanan di daerah rawan kemacetan

Baca juga: Sumsel siapkan pos layanan kesehatan untuk pemudik Lebaran