Karawang (ANTARA News) - Empat tim perahu naga Indonesia harus puas meraih medali perak setelah Myanmar berhasil menyapu bersih empat emas yang diperebutkan pada hari pertama final nomor perahu naga, di Situ Cipule, Karawang, Jawa Barat, Sabtu.

Tim perahu naga atau dragon boat (tradisional boat race) Indonesia dari jenis lomba putri 12 kru jarak 1000 meter merupakan tim dayung Indonesia pertama yang mengalami kekalahan pada hari pertama babak final nomor perahu naga tersebut.

Sejak selepas garis start hingga jarak sekitar 500 meter, tim perahu naga Indonesia sebenarnya memimpin atau berada di urutan pertama. Selepas jarak 500 meter, tim Indonesia terus memimpin walaupun mendapat perlawanan ketat dari Thailand. Sedangkan tim Myanmar berada di urutan ketiga di belakang Thailand.

Tetapi sekitar 20-30 meter menjelang garis finish, tim perahu naga Myanmar melaju sangat cepat disertai dengan genderang tabuhan drum, sampai akhirnya mampu melewati tim perahu naga Thailand dan Indonesia.

Sampai di garis finish, tim dayung perahu naga putri dari Myanmar akhirnya berhasil mencapai ranking pertama dengan catatan waktu tercepat lima menit 3,77 detik. Disusul tim perahu naga Indonesia yang mencatatkan waktu lima menit 5,5 detik dan tim dari Thailand dengan catatan waktu lima menit 6,20 detik.

Dengan capaian waktu itu, maka Myanmar berhasil meraih emas, Indonesia memperoleh perak dan Thailand kebagian medali perunggu.

Kondisi sama juga terjadi pada jenis lomba putra 12 kru jarak 1000 meter. Pada jenis lomba itu, tim perahu naga Myanmar yang sempat tertinggal, melaju cepat saat memasuki 20-30 meter menjelang garis finish, sampai akhirnya menjadi yang tercepat dengan catatan waktu empat menit 38,88 detik.

Tim perahu naga Indonesia berada di belakang Myanmar saat memasuki garis finish, dengan catatan waktu empat menit 39,47 detik. Disusul tim perahu naga Thailand yang menempati tim tercepat ketiga dengan catatan waktu empat menit 46,96 detik.

Pada nomor itu, Indonesia hanya meraih perak dan Thailand kebagian perunggu. Medali emas pada cabang olahraga dayung nomor perahu naga jenis lomba itu diraih tim perahu Myanmar.

Strategi yang sama atau taktik melaju dengan kecepatan tinggi antara 20-30 meter menjelang garis finish juga dilakukan tim perahu naga Myanmar pada jenis lomba putri 22 kru jarak 1000 meter. Sehingga untuk yang ketiga, tim perahu naga Myanmar kembali meraih emas.

Pada jenis lomba putri 22 kru jarak 1000 meter, hanya Indonesia dan Thailand yang bersaing ketat selepas melintasi jarak sekitar 500 meter. Tetapi lagi-lagi, tim perahu naga Myanmar melaju cepat saat garis finish tinggal sekitar 20-30 meter, sampai akhirnya mencapai catatan waktu tercepat, empat menit 19,90 detik.

Sementara tim perahu naga Indonesia hanya mencapai waktu tercepat kedua, empat menit 20,92 detik. Disusul tim perahu naga Thailand yang menempati posisi tercepat ketiga dengan catatan waktu empat menit 21,90 detik.

Kesempatan meraih emas tim perahu naga Merah-Putih pada hari pertama final nomor perahu naga juga dikandaskan tim perahu naga Myanmar pada jenis lomba putra 22 kru jarak 1000 meter, setelah tim berkostum kuning-biru itu mendahului kontingen Indonesia dalam jarak sekitar 20-30 meter menjelang garis finish.

Pada jenis lomba terakhir yang dipertandingkan pada hari pertama final nomor perahu naga tersebut, tim perahu naga Indonesia masih dipaksa untuk meraih perak. Sedangkan emas tetap diperoleh Myanmar, dan perunggu diraih Filipina.

Dari jenis lomba putra 22 kru jarak 1000 meter, tim perahu naga Myanmar berhasil meraih emas yang keempat atau emas terakhir pada hari pertama final nomor perahu naga, setelah menjadi yang tercepat dengan catatan waktu empat menit 0,58 detik.

Tim perahu naga Indonesia yang meraih perak dengan catatan waktu empat menit 0,75 detik. Kemudian tim perahu naga Filipina yang berhasil meraih perunggu dengan catatan waktu empat menit 2,11 detik.

Dengan raihan empat emas tim perahu naga Myanmar pada hari pertama babak final nomor perahu naga yang digelar di arena dayung SEA Games ke-26, Situ Cipule, Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, Karawang, tersebut, maka Indonesia gagal meraih target dua emas pada hari pertama final nomor perahu naga, Sabtu.
(KR-MAK)