Pangkalpinang (ANTARA News) - Perajin ikan kering di Kota Pangkalpinang, provinsi Bangka Belitung (Babel), kesulitan untuk meningkatkan produksi karena pasokan ikan segar dari nelayan terbatas serta diperparah hujan menguyur daerah itu dalam sepekan terakhir.

"Para perajin ikan kering kesulitan untuk mengeringkan ikan karena hujan dan cuaca mendung, sehingga butuh waktu lama agar ikan benar-benar kering," ujar Sarmin, perajin ikan kering di Pangkalpinang, Rabu.

Ia menjelaskan, biasanya perajin bisa memproduksi sekitar 50 kilogram ikan kering per minggu, namun sejak tiga minggu terakhir produksi menurun hanya 20 hingga 30 kilogram saja.

"Menurunnya produksi ikan kering juga disebabkan karena pasokan ikan segar dari nelayan terbatas seiring menurunnya hasil tangkapan nelayan akibat cuaca yang kurang bersahabat," ujarnya.

Ia mengatakan, sulitnya meningkatkan produksi ikan kering berdampak langsung berkurangnya pasokan ikan kering ke pedagang-pedagang pengecer.

"Kalaupun ada perajin ikan kering yang datang untuk memasok itupun dalam jumlah sedikit, sedangkan stok dipedagang makin menipis," ujarnya.

Menurut dia, sementara untuk permintaan ikan kering dari para pedagang mulai ada peningkatan jika dibandingkan sebelumnya agak kurang karena peminat ikan kering kembali meningkat.

Firman, pedagang ikan kering lainnya mengatakan, pedagang mulai sulit mendapatkan pasokan ikan kering karena terbatasnya produksi ikan kering selama musm penghujan saat ini.

"Sementara itu, stok dipedagang makin menipis seiring meningkatnya permintaan masyarakat dan harus didatangkan pasokan baru agar masyarakat makin tertarik untuk membeli," ujarnya.
(ANT)