Pekanbaru (ANTARA News) - Investor dari Dubai, Uni Emirat Arab, menjajaki kemungkinan menanamkan modal di industri hilir kelapa sawit di Provinsi Riau.

Hal itu terungkap pada kunjungan investor Dubai dari perusahaan IFFCO yang didampingi Komjen RI untuk Dubai, Mansyur Pangeran, di Pekanbaru. Kedatangan mereka disambut Gubernur Riau HM Rusli Zainal yang diisi pemaparan terkait potensi bisnis di daerah tersebut.

"Investor dari Dubai sangat tertarik untuk berinvestasi di Indonesia, kemungkinan besar di Riau, mengenai industri refinery atau pemurnian minyak kelapa sawit," kata Mansyur Pangeran.

Menurut dia, perusahaan IFFCO telah memiliki 15 pabrik refinery minyak kelapa sawit (CPO) di dunia. Tiga diantaranya berada di Malaysia, ujarnya.

"Satu pabrik refinary CPO sudah ada di Batam, dan mereka sedang mencari lokasi lainnya," ujar Mansyur.

Gubernur Riau HM Rusli Zainal dalam pemaparannya mengatakan pemerintah daerah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi investor yang berminat menggarap industri hilir CPO di Riau. Ia menjanjikan pelayanan perizinan satu atap bisa diurus dengan cepat.

Ia mengatakan peluang investasi untuk pengembangan komoditas sawit sangat besar karena karena Provinsi Riau sudah ditetapkan pemerintah pusat sebagai salah satu klaster industri hilir kelapa sawit di Indonesia. Lokasi klaster sawit Riau berada di Kota Dumai dan Kuala Enok.

(F012)