Lebak (ANTARA News) - Duet Ratu Chosiyah-Rano Karno menang mutlak di 12 tempat pemungutan suara (TPS) di kawasan Suku Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak dalam pengumpulan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur Banten.

Ketua Panitia Pemungutan Suara Baduy, Marsadi, Senin, mengatakan, pasangan nomor satu Atut-Rano perolehan suara unggul dibandingkan dua kandidat lainya pada pemilihan kepala daerah Banten.

Atut-Rano meraih perolehan suara sebanyak 3.121 suara, pasangan nomor urut dua Wahidin Halim-Irna Narulita 307 suara dan nomor urut tiga Jazuli-Muzakki 31 suara.

Sedangkan, jumlah pemilih di kawasan Suku Baduy pada Pilkada Banten tercatat 3.518 pemilih.

Karena itu, kata dia, perolehan suara di Baduy menang telak untuk Atut-Rano.

"Saya kira warga Baduy lebih tertarik pasangan Atut-Rano pada Pilkada Banten karena perolehan suaranya sangat signifikan," katanya.

Menurut dia, proses pemilihan calon memimpin Banten lima tahun ke depan berjalan lancar dan kondusif.

Warga Baduy sejak pagi sudah berkumpul di sejumlah lokasi tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya.

"Selama ini pascapemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten di Baduy kondusif," katanya.

Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Jaro Dainah mengatakan, partisipasi masyarakat Baduy pada Pilkada Banten cukup tinggi, bahkan mereka meninggalkan pekerjaan di kebun maupun ladang huma untuk mencoblos hak pilihnya dengan mendatangi TPS.

Panitia pemungutan suara (PPS) terpaksa menggunakan sistem bergantian untuk mencoblos di bilik TPS itu.

Warga Baduy berjenis perempuan mereka diberikan waktu awal untuk menggunakan hak suaranya.

Mereka setelah selesai, kata dia, dilanjutkan oleh laki-laki untuk mencoblos di TPS itu.

Ia menjelaskan, ke-12 TPS yang disediakan akan ditempatkan di empat titik, yakni di Kampung Kaduketug 1, dan Kaduketug 1, 2, Ciboleger, dan Cicakal Girang.

"Pelaksanaan Pilkada di sini berjalan lancar dan aman," katanya.

(KR-MSR/E001)