Kudus (ANTARA News) - Warga Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai waspada terhadap kera liar yang mencari makanan hingga ke permukiman penduduk di desa sekitar.

"Biasanya, kera liar menyerang tanaman petani, seperti tanaman jagung dan ketela. Hanya saja, saat ini sudah banyak yang dipanen, sehingga sasarannya ke permukiman penduduk," kata Kepala Desa Rahtawau Sugiyono di Kudus, Senin.

Selama ini, kata dia, warga tidak ada yang menjadi korban akibat diserang kera liar tersebut, karena ketika bertemu warga lari bersembunyi di antara pepohonan.

Akan tetapi, lanjut dia, kehadiran hewan primata tersebut mulai meresahkan warga, terutama yang tinggal di Dukuh Gelangsir dan Tumpuk karena berada di daerah yang paling dekat dengan habitat kera.

Pasalnya, lanjut dia, kera tersebut tidak hanya merusak tanaman jagung dan ketela, bahkan tanaman pisang serta buah-buahan yang lain juga menjadi sasaran kera.

Untuk meminimalisir serangan, kata dia, petani memang harus rutin mengawasi areal tanamannya agar tidak diserang hewan primata tersebut.

Selain itu, kata dia, petani juga perlu mencari alternatif lain untuk menakut-nakuti kera agar tidak merambah areal tanaman petani.

Beberapa warga, mencoba beralih menanam tanaman kopi agar tidak diserang hewan primata yang akhir-akhir ini populasinya mencapai ribuan ekor.

Apalagi, mayoritas mata pencaharian warga desa setempat dengan bercocok tanam untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.

Dalam mengatasi serangan kera, katanya, sejumlah pihak perlu dilibatkan, untuk memperbaiki habitat bangsa mamalia tersebut agar tidak mencari makan dan minum hingga areal pertanian maupun permukiman penduduk.

Salah satu cara yang bisa ditempuh, yakni memperbanyak tanaman buah yang menjadi kesukaan kera di habitatnya.

"Masyarakat sekitar juga harus menjaga lingkungan sekitar agar tidak dirusak, karena ketersediaan makanan di habitatnya menjadi faktor penyebab kera mencari makanan hingga ke areal pertanian maupun permukiman penduduk," ujarnya.

Kabid Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kudus Harsito mengaku, belum menerima laporan adanya kerusakan tanaman akibat serangan kera liar yang berasal dari kawasan pegunungan yang ada di desa setempat.

"Untuk meminimalkan serangan kera, tentunya habitatnya harus diperbaiki dengan memperbanyak tanaman buah yang menjadi kesukaan kera," ujarnya.

Ia menduga, penyebab hewan primata tersebut menyerang areal tanaman jagung petani karena ketersediaan makanan di pegungungan mulai berkurang, sehingga menyerang areal tanaman jagung dan ketela.

Setelah ada perbaikan di wilayah yang dijadikan habitat kera dengan memperbanyak tanaman buah, kata dia, masyarakat sekitar juga harus menjaga lingkungan setempat agar tetap lestari dan terhindar dari kerusakan.

(KR-AN/E001)