Kuala Lumpur (ANTARA News) - Indonesia dan Malaysia sepakat membentuk pusat budaya Nusantara sebagai wadah untuk memberikan informasi tentang budaya Melayu Nusantara melalui buku-buku sastra, foto-foto, film dan lainnya dari kedua negara serumpun ini.

Gagasan ini disampaikan oleh Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia (Iswami) dan mendapatkan dukungan penuh dari Menteri Penerangan, Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia, Dato Seri Utama Rais Yatim saat bertemu dengan sejumlah pemimpin redaksi media massa dari Indonesia di Kuala Lumpur, Kamis.

Acara jamuan makan itu dihadiri Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA Saiful Hadi yang juga Ketua Iswami dari Indonesia, Pemimpin Redaksi Harian Jurnas Asro Kamal Rokan yang juga menjabat sebagai penasihat Iswami, Kepala Pemberitaan Korporat Tempo Group Toriq Hadad, Ketua Dewan Kehormatan PWI Tarman Azzam dan GM Internal Affair TVOne Totok Suryanto serta pengurus Iswami dari Malaysia.

Menurut Saiful Hadi, pusat budaya Nusantara nantinya semacam perpustakaan yang berisikan buku-buku sastra Melayu dari kedua negara termasuk karya seni budaya yang disampaikan baik lewat foto-foto dan film.

Melalui wadah ini, diharapkan generasi muda kedua negara dapat lebih memahami kedekatan budaya Melayu Nusantara sebab tempat ini akan dipenuhi oleh karya sastra Melayu.

Bahkan, kata Saiful Hadi, dalam pertemuan hari ini, Menteri Rais Yatim akan memberikan sejumlah koleksinya tentang sastra melayu Malaysia termasuk foto-foto dan film.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Rais Yatim berharap keberadaan pusat budaya tersebut dapat membendung arus budaya asing dan generasi muda kedua negara bisa mengenal lebih dalam mengenai kebudayaan Melayu Nusantara.

Rais berharap keberadaan tempat itu juga bisa dimanfaatkan generasi muda melayu yang tersebar di Asean termasuk Singapura, Brunei Darussalam, Filipina ataupun Thailand.

"Lebih setengah dari penduduk Asean yang jumlahnya sekitar 500 juta penduduk kental dengan penggunaan bahasa melayu. Ini merupakan kekuatan yang besar," ungkapnya.

Bahkan, kata Rais Yatim, dia pernah mengusulkan dalam sebuah forum tingkat menteri Asean agar bahasa Melayu dijadikan bahasa pengantar di Asean.

Oleh karenanya, dia berharap Iswami yang turut menggagas pembentukan pusat budaya nusantara ini dapat menjadi jembatan untuk meningkatkan hubungan baik antarmasyarakat kedua negara melalui serangkaian aktivitasnya.

Rencananya pusat budaya Nusantara ini berdiri di sejumlah universitas baik di Indonesia maupun Malaysia. Namun untuk tahap awal, tempatnya adalah di Universitas Indonesia (UI).

"Pada saat kunjungan delegasi Malaysia ke UI, kami sudah bertemu dan membicarakan hal tersebut dengan Dekan Fakultas Ilmu Budaya UI yang nantinya akan menyediakan tempat untuk pusat budaya tersebut," kata Saiful Hadi.

(T.N004/Z002)