Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mencatat kasus positif COVID-19 di Indonesia bertambah sebanyak 16.110 sehingga total kasus sebanyak 5.864.010 hingga Jumat pukul 12.00 WIB.

Dari data yang dikutip ANTARA di Jakarta, pada Jumat, daerah yang menyumbang penambahan kasus positif terbanyak adalah Jawa Barat 3.750 kasus, DKI Jakarta 2.548 kasus, Jawa Tengah 1.721 kasus, Jawa Timur 1.394 kasus dan Banten 892 kasus.

Selanjutnya, kasus aktif tercatat mengalami penurunan sebanyak 23.392 kasus menjadikan jumlah akumulatif kasus aktif sebanyak 376.461 kasus.

Jumlah orang yang sembuh dari COVID-19 terus bertambah. Jumlah orang yang sudah sembuh tercatat seluruhnya 5.335.846 orang, bertambah 39.212 orang dari hari sebelumnya.

Baca juga: 100 ton beras cadangan Lombok Timur habis terpakai genjot vaksinasi

Baca juga: Menhub bantu vaksinasi penguat di Kabupaten Tangerang


Daerah dengan jumlah pasien sembuh terbanyak adalah Jawa Barat 11.984 jiwa, DKI Jakarta 5.600 jiwa, Jawa Tengah 3.079 jiwa, Jawa Timur 2.507 jiwa serta Banten 2.107 jiwa.

Walaupun demikian, jumlah pasien yang meninggal karena COVID-19 bertambah 290 jiwa. Sehingga total kematian ada 151.703 jiwa. Tambahan kasus kematian terbanyak berasal dari Jawa Tengah 93 jiwa, Jawa Timur 41 jiwa, Jawa Barat 28 jiwa, Sumatera Utara 18 jiwa dan DI Yogyakarta 15 jiwa.

Sebanyak 222.501 spesimen dari beragam tes COVID-19 dinyatakan sudah diperiksa, sedangkan 13.944 orang menjadi suspek. Positivity rate spesimen harian 16,29 persen dan tingkat positivity rate orang harian 20,19 persen.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap melakukan protokol kesehatan dengan ketat untuk mencegah penularan varian baru COVID-19.

Reisa yang juga menjabat sebagai Duta Kebiasaan Baru itu turut mengatakan bahwa protokol kesehatan yang ketat dan vaksinasi masih menjadi salah satu cara untuk menyelamatkan nyawa.

"Jangan lengah, jangan kendor, tetap praktikkan dengan ketat agar varian baru apapun yang datang tetap tidak akan bisa masuk ke ranah komunitas, tidak menular cepat dan tidak merenggut nyawa lagi," ujar Reisa.*

Baca juga: Partisipasi orang dewasa jadi strategi percepat vaksinasi lansia

Baca juga: IPDN-TNI AL dorong percepatan vaksinasi COVID-19 "booster"