Banda Aceh (ANTARA) - Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) mendorong pengembangan desa wisata di Provinsi Aceh guna membuka destinasi pariwisata baru di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.

"Kami terus mendorong pengembangan desa-desa wisata untuk memperbanyak destinasi pariwisata di Provinsi Aceh," kata Dewan Pengurus Daerah (DPD) ASPPI Aceh Azwani Awi di Banda Aceh, Senin.

Azwani mengatakan pengembangan desa wisata tersebut sudah menjadi program kerja pengurus ASPPI periode 2019-2023. Untuk itu, pihak menargetkan satu desa wisata setiap tahunnya menjadi binaan ASPPI Aceh.

Menurut Azwani Awi, kehadiran desa-desa wisata itu menjadi daya tarik kunjungan wisatawan ke Aceh. Dan tentunya ini berdampak pada aktivitas pelaku pariwisata di provinsi berjuluk Serambi Mekah.

"Dengan hadirnya desa wisata itu tentu akan menambah destinasi pariwisata baru di Aceh. Banyaknya destinasi, tentu akan lebih memudahkan menjual pariwisata Aceh. Pariwisata memberi dampak banyak bagi perekonomian masyarakat," kata Azwani Awi.

Azwani Awi mengatakan kehadiran desa wisata akan mendorong tumbuhnya banyak usaha ekonomi kreatif masyarakat. Tumbuhnya usaha ekonomi kreatif tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dengan adanya destinasi baru seperti desa wisata tersebut, kata Azwani Awi, tentu akan memudahkan pelaku pariwisata menjual paket kunjungan ke Aceh karena banyak alternatif.

"Kami berharap program pengembangan desa-desa wisata ini berhasil, sehingga kunjungan wisatawan meningkatkan dan pariwisata Aceh bangkit setelah terpuruk akibat pandemi COVID-19," kata Azwani Awi.

Baca juga: Menparekraf ingin desa wisata tumbuh lebih banyak di Aceh

Baca juga: Manparekraf tinjau desa finalis Anugerah Desa Wisata di Aceh

Baca juga: Bamsoet resmikan Desa Wisata Pancasila di Aceh Tenggara