Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Tri Rismaharini akan mendirikan lumbung sosial di Kampung Tangguh Bencana di Desa Bojongkulur, Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dimana lokasi tersebut terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Cileungsi.

Saat meninjau lokasi banjir di Perumahan Villa Nusa Indah 2, Desa Bojongkulur, Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, Risma mengatakan adanya lumbung tersebut dapat dikondisikan saat akses komunikasi atau akses menuju lokasi rawan bencana tersebut terputus.

"Kita buat lumbung, tapi bisa juga ditaruh di Kampung Tangguh Bencana seperti di beberapa wilayah," ujar mantan Wali Kota Surabaya itu dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Baca juga: 12.208 jiwa di Bogor terdampak banjir luapan Sungai Cileungsi

Baca juga: 12.208 jiwa di Bogor terdampak banjir luapan Sungai Cileungsi


Oleh karenanya, Risma akan berkomunikasi dengan Kepala Badan Pembangunan Bencana Daerah dan Bupati Kabupaten Bogor agar segera mendirikan Kampung Tangguh Bencana di wilayah rawan banjir tersebut.

Sesuai standar operasional dan prosedur, selain dibangunnya lumbung sosial, Kampung Tangguh Bencana juga akan memfasilitasi warga yang memerlukan ruangan isolasi terpusat untuk karantina COVID-19 saat terjadinya bencana alam.

Banjir menerjang Perumahan Villa Nusa Indah 1 dan 2 sebagai akibat hujan deras di hulu dan membuat Sungai Cileungsi meluap. Luapan air dilaporkan mencapai ketinggian 130 hingga 160 sentimeter. Banjir di Kecamatan Gunung Putri juga berdampak pada wilayah tetangga yakni di Perumahan Pondok Gede Permai (PGP), Jatiasih, Kota Bekasi.

Selain itu, banjir dan longsor juga terjadi di Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, yang menyebabkan kerusakan fisik bangunan hingga korban jiwa seorang lanjut usia.

Rombongan Mensos Risma mengunjungi Kota Sukabumi untuk memberikan bantuan pada korban banjir dan longsor.

Untuk korban bencana di Bogor, Kementerian Sosial menyerahkan bantuan logistik berupa makanan anak 600 paket, makanan siap saji 1.000 paket, pakaian bayi 300 paket, pakaian dewasa 400 paket, tenda gulung 200 lembar, tenda serbaguna keluarga 2 unit, kasur 100 unit, lauk pauk siap saji 2.000 paket, velbed 10 unit, matras 200 lembar, air minum kemasan 50 dus, kids ware 100 paket, selimut 200 lembar, perahu karet 3 unit, perlengkapan perahu 3 set, dan pelampung 10 unit.

Baca juga: Kemensos dorong Pemkab Pandeglang dirikan lumbung sosial

Untuk korban banjir di Kota Bekasi, bantuan Kemensos berupa makanan anak 300 paket, makanan siap saji 100 paket, pakaian bayi 100 paket, dan pakaian dewasa 100 paket. Bantuan selanjutnya adalah tenda gulung 100 lembar, selimut 100 lembar, kasur 100 unit, lauk pauk siap saji 1.000 paket, velbed 10 unit, matras 100 paket, air minum kemasan 20 dus, dan kids ware 50 paket.

Kemudian korban bencana di Kota Sukabumi diberikan bantuan berupa makanan siap saji 900 paket, makanan anak 420 paket, lauk pauk siap saji 1.000 paket, kids ware 200 paket, pakaian dewasa 200 paket, dan tenda gulung 100 lembar. Bantuan lainnya adalah selimut 200 lembar, kasur 100 unit, velbed 10 unit, matras 100 paket, air minum kemasan 30 dus dan popok bayi 100 paket.