Jakarta (ANTARA News) - Menteri Agama Suryadharma Ali membenarkan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan pelayanan katering untuk calon jemaah haji Indonesia pada musim haji 1432H/2011 di Arafah dan Armina tak lagi menggunakan sistem prasmanan tapi kembali menggunakan nasi kotak (box).

Hal tersebut dimaksudkan guna menghindari jemaah memakan nasi kotak yang basi, pemerintah akan membedakan warna kotak tersebut atau dengan tulisan, kata Suryadharma Ali di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, Senin.

"Bisa pula nasi kotak itu diberi label atau ditulisi untuk makan pagi, siang atau malam. Hal ini untuk membedakan waktu makan untuk jemaah," katanya.

Suryadharma Ali hadir di Kantor BPS itu untuk mendengar pemaparan hasil survei BPS tentang "Hasil Survei Kepuasan Jemaah Haji 1431H/2010".

Ia mengatakan nasi kotak yang akan diberikan kepada calhaj akan ditandai pagi hari, siang hari dan malam hari. Karena dikhawatirkan ada calhaj yang mendapatkan nasi kotak siang hari tapi baru dimakan pada malam hari.

Diakui masalah katering bagi jemaah haji adalah persoalan krusial. Untuk itu diperlukan ketepatan waktu dalam menyuguhkan katering bagi jemaah haji pada musim haji nanti.

Pada musim haji tahun lalu, kata Suryadharma, katering dilakukan dengan cara prasmanan mempunyai banyak kelemahan, yaitu antrean jemaah yang mau makan sangat panjang karena harus mengambil makanan satu persatu di meja. Namun, sistem prasmanan itu akan terhindar dari kemungkinan terjadinya makanan basi.

"Kedua sistem itu ada kelebihan dan kekurangannya. Tapi untuk 2011 ini, kami akan coba mengubah dari prasmanan ke nasi kotak (box)," kata Suryadharma.
(E001/Z003)