Merak (ANTARA News) - Seluruh penumpang KMP Bahuga Jaya yang mengalami mati mesin di tengah laut selama delapan jam selamat, setelah sebelumnya kapal tersebut disandarkan di Dermaga IV Pelabuhan Merak mengunakan bantuan dua kapal tug boat.

"Seluruh penumpang selamat, hanya satu orang yang kelihatannya kelelahan dan harus mendapatkan perawatan medis," kata kepala Cabang PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia ferry Cabang Utama Merak, La Mane, disela-sela proses bongkar muat penumpang dan kendaraan dari dalam kapal di Pelabuhan Merak, Sabtu dini hari.

Berdasarkan daftar jumlah penumpang dan kendaraan yang diperoleh dari pemilik KMP Bahuga Jaya, PT Atosim Lampung Pelayaran (APL),nama nahkoda yang membawa Bahuga Jaya adalah, Syehan dengan Kapten Kamar Mesin (KKM) Nuryanto.

Sedangkan untuk jumlah penumpang dewasa sebanyak 84 orang, anak-anak 7 orang, motor enam unit, kendaraan pribadi 12, SAB satu unit, kendaraan pick up tujuh unit, colt 12, bus kecil satu unit truk besar 11 unit, bus besar lima unit, tronton dua unit, dengan total kendaraan seluruhnya 56 unit, sedangkan penumpang non tiket sebanyak 294 orang.

Terpisah, Kepala Administrator Pelabuhan (Adpel) kelas I Banten, Baptis Soegiharto menjelaskan, sesuai dengan berita acara yang ditandatangi oleh Nahkopda dan KKM KMP Bahudga Jaya, kerusakan terjadi pada pendingin motor induk.

"Sesuai dengan kronologis yang disampaikan di berita acara, kapal dalam pelayaran dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak, keluar dari dermaga II pukul 14 : 45 WIB," katanya.

Namun katanya pada pukul 15 : 15 WIB, posisi KMP Bahuga Jaya keluar alur Pelabuhan Bakauheni, tepatnya di ujung barat Pulau Shangyang dengan kecepatan kapal kurang lebih 8,5 knot, kemudian ke arah barat daya dengan kecepatan 1-2 knot.

"Saat itu arah arus sedang ke utara dengan ketinggian gelombang 0 - 05 meter atau swell sea," katanya.

Dan pada jam 15 : 30 WIB masih menurut Baptis, posisi KMP Bahuga Jaya melintang ujung posisi GPS 05 derajat, 55, 2 Lintang Selatan/105 derajat, 52, 2 Bujur Timur mengalami black out atau pipa pendingin motor pecah.

"Tepat pukul 15 : 35 WIB kemudian dari Bahuga Jaya mengontak ice officer PT ALP agar diupayakan dikirim tug boat dan melaporkan ke shift traffic control di Pelabuhan Merak minta bantuan tug boat," katanya.

Setlah itu, pada jam 16 : 30 WIB posisi KMP Bahuga Jaya kurang lebih pada posisi 1,5 mile dari ujung Pulau Shanghyang. "Selanjutnya pada pukul 19 : 00 WIb terjadi negosiasi dan pukul 19 : 20 WIB, dua buah kapal tug boat menarik mereka sampai di Dermaga IV Pelabuhan Merak," ujarnya.

Pantauan di lapangan, kapal berhasil sandar di Pelabuhan Merak Dermaga IV Jumat pukul 23 :30 WIB, dan selang 30 menit kemudian seluruh penumpang dan kendaraan baik roda dua dan empat berhasil dikeluarkan dari dalam kapal Bahuga Jaya.(*)

(ANT-152/B/E001)