Singapura (ANTARA News/AFP) - Harga minyak berakhir "mixed" (bervariasi) di perdagangan Asia, Selasa, dengan tidak aktifnya sentimen di tengah kebuntuan anggaran di Washington karena anggota parlemen terus berjuang menyepakati rencana untuk menghindari default (gagal bayar) oleh ekonomi terbesar di dunia itu.

Kontrak utama New York terhadap minyak mentah light sweet untuk pengiriman September, naik 37 sen menjadi 99,57 dolar AS per barel dan minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman September berkurang 29 sen menjadi 117,65 dolar AS.

"Investor bertahan di luar pasar karena Washington berdebat soal pagu utang," kata analis dari Phillip Futures dalam sebuah komentar.

Departemen Keuangan AS mengatakan Kongres harus meningkatkan pagu utang pemerintah 14,29 triliun dolar AS dengan batas waktu 2 Agustus untuk mencegah default, yang akan berdampak menghancurkan pada ekonomi global.

Tapi Demokrat dan Republik menemui jalan buntu, dengan perselisihan pahit tentang peningkatan pajak dan pemotongan belanja.

Presiden AS Barack Obama memperingatkan dalam pidatonya melalui televisi pada Senin bahwa default akan berisiko "krisis ekonomi yang mendalam".

Washington mencatat batas atas utang pada 16 Mei tetapi telah menggunakan penyesuaian pengeluaran dan akuntansi, serta perkiraan yang lebih tinggi pada penerimaan pajak, untuk terus beroperasi secara normal.

Namun, hal itu hanya dapat dilakukan sampai 2 Agustus.

Pada saat itu, para pemimpin AS diperkirakan harus memotong 40 persen dari pengeluaran dan berhenti membayar utangnya atau kewajiban lain seperti manfaat kesehatan atau pensiun pemerintah.

(A026)