New York (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Kamis (3/2) menyatakan keprihatinannya atas jatuhnya korban sipil dalam serangan Amerika Serikat (AS) yang menewaskan pemimpin ISIS Abu Ibrahim al-Hashimi al-Qurayshi.

Menanggapi pertanyaan tentang komentar Guterres mengenai operasi AS di Suriah terhadap al-Qurayshi, Farhan Haq, wakil juru bicara sang sekjen, mengatakan, "Kami telah mendengar pengumuman presiden AS tentang kematian Abu Ibrahim al-Qurayshi, pemimpin Da'esh (ISIS). Kami menyatakan keprihatinan atas jatuhnya korban sipil."

Da'esh merupakan akronim kelompok teroris ISIS dalam bahasa Arab.

"Kami terus menyerukan kepada semua pihak untuk melakukan seluruh tindakan yang diperlukan guna melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil yang sejalan dengan kewajiban mereka di bawah hukum kemanusiaan internasional," ujar Haq.

Sementara itu, dalam upaya untuk mencoba menentukan tanggung jawab atas korban jiwa serangan tersebut, penting untuk melakukan penyelidikan, ujarnya.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres berpidato dalam sebuah pertemuan pers di markas besar PBB di New York pada 1 Februari 2022. (Xinhua/Eskinder Debebe


"Da'esh telah melakukan kejahatan keji serta membawa tragedi dan kematian bagi ribuan pria, wanita, dan anak-anak. Dan kami ingin memanfaatkan momen ini untuk mengingat para korban dan keluarga korban terorisme di mana pun di dunia. Dan, tentu saja, seperti yang Anda tahu, sistem PBB secara keseluruhan telah sangat bersatu dalam upaya untuk bertindak melawan Daesh. Oleh karena itu, setiap keberhasilan dalam melawan mereka akan disambut," katanya.

Al-Qurayshi dikabarkan meledakkan sebuah bom yang menewaskan dirinya beserta anggota keluarganya dalam serangan malam oleh pasukan operasi khusus AS di Kota Atmeh di Provinsi Idlib, Suriah barat laut. Tiga belas orang dilaporkan tewas, termasuk empat perempuan dan enam anak-anak.