Jakarta (ANTARA News) - Mantan pemain nasional Herry Kiswanto menyesalkan pemecatan pelatih kepala Timnas Alfred Riedl dan dikhawatirkan pemecatan tersebut justru akan menyulitkan langkah Timnas Indonesia untuk bisa berprestasi di SEA Games nanti.

"Saya baru mendengar kabar ini tadi (Jumat) pagi melalui pemberitaan. Saya kira ada mis-komunikasi dalam soal itu. Tetapi kalau memang Riedl diberhentikan, itu akan menyulitkan langkah Timnas dalam waktu dekat ini," ujar Herry Kiswanto ketika dihubungi, Jumat.

Herry Kiswanto yang libero nasional tahun 1970-an itu mengaku tak ingin mencampuri alasan pemecatan tersebut. Namun dari sudut pandang teknis olahraga, ia khawatir pengganti Riedl tak akan mudah melakukan adaptasi lantaran persiapan SEA Games otomatis tinggal dua bulan lagi karena pada Agustus akan ada libur puasa.

"Saya melihatnya murni dari sudut sepak bola. Dalam waktu mepet begini akan sulit bagi Timnas Indonesia untuk berbuat maksimal di SEA Games nanti kalau ditangani pelatih baru. Kalau Riedl tentu sudah tahu materi pemain yang ada di Indonesia," ujarnya.

Herry menambahkan jika memang berniat untuk memberhentikan pelatih asal Austria itu, sebaiknya menunggu saat yang tepat dan lebih elegan.

Menurutnya, lebih baik jika dia diberhentikan selepas SEA Games pada November-Desember mendatang sehingga ada momen melakukan "take over" yang bisa berjalan lebih baik.

"Untuk memberhentikan Riedl lebih baik tunggu momennya dulu yang pas sehingga take over bisa lebih indah. Bagi saya tak jadi masalah siapa pun yang melatih Timnas, tapi pelatih harus fokus kepada targetnya. Beri dia kesempatan sampai SEA Games, itu akan jauh lebih terhormat bagi semua pihak," ujarnya.

Mengenai alasan pencoretan Riedl, Herry Kiswanto yang pernah bermain di Persib Bandung, Persija Jakarta dan menjadi pelatih ini yakin Riedl mengantongi kontrak tugasnya atas nama Timnas Indonesia dengan federasi (PSSI).

"Kalau menurut pemberitaan, kabarnya draf kontraknya tidak ada. Seharusnya hal ini ditanyakan kepada Riedl, dia pasti punya salinannya. Riedl bisa saja mengadukan nasibnya ke FIFA, kalau demikian kita bisa ribut lagi," ujarnya.

Pada kesempatan itu Herry mengaku tak begitu memahami dengan alasan dan kebijakan pengurus baru PSSI. Kalau memang alasannya karena suka atau tidak suka, dia justru mempertanyakan hal ini.

"Kenapa akhir-akhir ini di PSSI harus ada blok-blokan?. PSSI itu I-nya bukan `injection`, tapi Indonesia. Janganlah berlaku demi `injection`, tapi berlakulah demi Merah Putih," kata Herry Kiswanto.(*)
(ANT-132/I015)