Surabaya (ANTARA) - Ketua DPD I Partai Golkar Jatim M Sarmuji menilai warga Jawa Timur patut berbangga jika Gubernur Khofifah Indar Parawansa dipercaya sebagai pasangan Airlangga Hartarto di Pemilihan Presiden 2024.

"Tentu menjadi kebanggaan warga Jatim jika ada orang Jatim digandeng Pak Airlangga," ujarnya ditemui di sela arena Musyawarah Daerah SOKSI Jatim di Surabaya, Sabtu.

Foto Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berpasangan dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beredar di sejumlah videotron di Surabaya. Pada tampilan gambar tersebut disertai tagline harapan kader Golkar dan warga Jatim.

Baca juga: Depinas SOKSI minta kader mulai bergerak hadapi Pemilu 2024
Baca juga: Airlangga Hartarto gelar pertemuan tertutup dengan Gubernur Khofifah
Baca juga: Deklarasi Capres Dedi Mulyadi disebut bagian konsekuensi ketokohan


Beberapa videotron tampak terlihat di beberapa titik di Kota Pahlawan, seperti di Jalan Indragiri, Jalan Mayjen Sungkono, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jalan Basuki Rahmat, JPO Jalan Pemuda, dan di depan Kebun Binatang Surabaya (KBS) di Jalan Diponegoro.

Sarmuji mengaku tidak mengetahui siapa yang telah memasang gambar tersebut, namun diperkirakan berasal dari aspirasi sebagian kader atau pihak yang menginginkan Airlangga Hartarto diduetkan dengan Khofifah Indar Parawansa.

"Menurut kami di Partai Golkar, gambar Pak Airlangga dan Bu Khofifah sah-sah saja. Apalagi itu berasal dari aspirasi warga Jatim," ucap dia.

Politikus muda yang juga anggota DPR RI tersebut bahkan menegaskan akan mencari tahu siapa pihak yang sengaja memasang foto pasangan Airlangga-Khofifah.

"Saya tidak tahu, ini gerakan apa dan ujungnya bagaimana. Tapi nanti saya cari tahu siapa yang memasang," kata Sarmuji yang juga Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) tersebut.

Sebelumnya, Pengamat Politik asal Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam menilai adanya foto tersebut termasuk bagian dari ikhtiar menuju Pemilihan Presiden 2024.

Peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) tersebut berpendapat sukarelawan atau kelompok-kelompok tertentu ingin "mengetes ombak" untuk melihat sejauh mana respons publik terkait dengan bakal pasangan calon pada Pilpres mendatang.