Jakarta (ANTARA) - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo segera meluncurkan buku berisi catatan perjalanan setahun sebagai pimpinan Korps Bhayangkara dengan semangat mewujudkan transformasi Polri yang Presisi.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, dijelaskan buku setebal 240 halaman yang terdiri atas lima bab itu berjudul “Setapak Perubahan: Catatan Pencapaian Satu Tahun Polri yang Presisi.

Buku tersebut berisi perjalanan sebagai Kapolri sejak dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 27 Januari 2021, termasuk sejarah lahirnya konsep Presisi hingga apa saja yang sudah dicapai selama kepemimpinannya.

Setahun perjalanan Jenderal Sigit sebagai Kapolri telah melakukan setapak perubahan untuk mewujudkan Polri yang Presisi dengan memaksimalkan fungsi pokok Polri yang melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.

Baca juga: Kapolri target 50 persen fasilitas Satwil ramah disabilitas

“Polri membekal niat baik untuk berubah, dan saya memohon dengan segala kerendahan hati paling dalam kepada semua pihak untuk membantu mewujudkan keinginan kami bertransformasi," kata Sigit dikutip dalam kata pengantar pada buku tersebut.

Dalam bukunya, mantan Kabareskrim Polri itu mengulas awal mula gagasan Polri Presisi muncul. Semangat transformasi itu berawal dari hasil perenungan akan tantangan dan kondisi yang dihadapi Polri pada zaman modern ini, terutama pesatnya perkembangan media sosial, yang di mana hal tersebut baru dihadapi oleh Korps Bhayangkara.

Hasil perenungannya itu, kata Sigit, didiskusikan dengan berbagai pihak. Hingga mendapat banyak masukan untuk semakin memantapkan gagasannya tersebut. Misalnya, tentang layanan publik dan harapan mengenai Polri.

Sigit mulai menyusun visi, misi, dan apa saja yang dibutuhkan untuk mencapai transformasi Polri Presisi. Hingga akhirnya, konsep itu disosialisasikan ketika resmi dipilih oleh Presiden Jokowi sebagai calon Kapolri.

"Setelah saya memaparkan visi tersebut di sejumlah kesempatan. Saya berpikir tentu masyarakat luas akan sulit memahami. Semua mungkin mengenal istilah Polisi Presisi, namun masih banyak masyarakat yang bahkan tak tahu apa akronimnya. Saya menyadari betul hal itu," ujar Sigit.

Sampul buku Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berjudul “Setapak Perubahan : Catatan Pencapaian Satu Tahun Polri yang Presisi, Kamis (27/1/2022). (ANTARA/HO-Divisi Humas Polri)

Mantan Kapolda Banten itu menyadari banyak masyarakat yang berpikiran negatif, pesimistis, dan mempertanyakan tekad bulat untuk mewujudkan Polri yang baik dalam rangka pelayanan publik yang terintegrasi, modern, murah, dan cepat. Pemeliharaan kamtibmas, penegakan hukum yang prediktif, bertanggung jawab, transparan, dan menjamin rasa keadilan masyarakat.

Baca juga: Kapolri: Satgas BLBI sita Rp5,9 triliun aset obligor

"Saya tak menyalahkan. Untuk itu, melalui buku ini, saya ingin menjelaskan dengan lebih sederhana, dengan semua penjabaran konsep. Saya ingin bahwa masyarakat bisa mendapatkan pelayanan Polri semudah memesan pizza," ucapnya.

Adapun wujud nyata perubahan yang setapak dicapai itu, dipaparkan olehnya, saat ini terdapat 886 aplikasi terkait Polri yang akan diintegrasikan menjadi satu data. Hal itu memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanan Polri yang terbaik.

"Saya ingin bahwa semua layanan Polri akan dirasa dekat, dirasa mudah, dirasa berguna, dan dirasa jelas alurnya sehingga masyarakat merasa nyaman,” ujarnya.

Baca juga: Polri merektrut 1.291 bintara berbasis IT

Sebenarnya, lanjut Sigit, aplikasi ini sederhana saja, yakni memaksimalkan untuk kembali melihat pada fungsi pokok Polri, melindungi, melayani, dan mengayomi.

“Sesuatu yang sederhana. Namun perkembangan situasi zaman membuatnya kadang terasa sulit untuk dicapai, seperti dalam kehidupan, segala sesuatu yang paling sederhana justru adalah sesuatu yang paling sulit digapai," paparnya.

Mantan Kadiv Propam ini mengakui banyak yang mengatakan bahwa konsep ini adalah sebuah perjalanan panjang. Namun, seperti sebuah pepatah klasik 'Perjalanan ribuan kilometer selalu dimulai dengan satu langkah'.

"Maka ini langkah pertama kami,” katanya.

Langkah pertama itu, lanjut dia, yang dijejakkan dalam perjalanan panjang, ditempuh dengan niat yang baik, ikhtiar keras, dan dengan keikhlasan.

“Kami berupaya menjadi lebih baik untuk kepentingan bangsa, negara, dan masyarakat. Dan di atas segalanya tentu kami selalu berdoa dan bermohon diberikan kemudahan dan kekuatan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutur Sigit.

Dalam empat transformasi yang diusung dalam Polri Presisi, seluruhnya sudah mencapai hasil maksimal dan akan terus ditingkatkan. Transformasi organisasi saat ini telah mencapai, 98,20 persen.

Kemudian, transformasi operasional sebesar 98,78 persen, transformasi pelayanan publik 96,59 persen, dan transformasi pengawasan telah mencapai target 98,60 persen.