Jakarta (ANTARA) - Kapal tol laut KM Kendhaga Nusantara 9 resmi beroperasi di Kepulauan Sula, Maluku Utara, dan sandar perdana di Pelabuhan Malbufa, Sanana.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Kementerian Perhubungan Capt Mugen Sartoto mengatakan kehadiran tol laut di Kepulauan Sula sebagai bentuk kehadiran negara dalam rangka konektivitas Nusantara.

"Semoga dengan adanya tol laut dapat membangkitkan sektor perekonomian masyarakat sekitar," kata Mugen dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Sandar perdana kapal dengan kode trayek T-29 ini disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sula HM Saleh Marasabessy, Plt Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Sanana Moh Faisal dan pemangku kepentingan terkait lainnya.

Saleh Marasabessy berharap dengan beroperasinya tol laut di wilayah tersebut dapat memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat sekitar.

"Untuk itu, selaku Pemerintah Daerah Kepulauan Sula, kami menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan," ujarnya.

Dia menambahkan, hadirnya tol laut diharapkan dapat meningkatkan manajemen logistik dan digitalisasi bisnis bagi pelaku usaha yang berada di Sula serta memberi kesempatan para pengusaha daerah untuk memasarkan berbagai macam produksi lokal ke luar daerah.

Dia berharap kepada pihak-pihak terkait agar segera sosialisasi untuk kita memanfaatkan tol laut ini dengan baik karena kalau tidak ada muatan dari Surabaya, maupun dari kita di Sula, maka daerah ini tidak akan disinggahi lagi.

Moh Faisal mengatakan sandar perdana kali ini, KM Kendhaga Nusantara 9 mengangkut kayu sebanyak 8-9 kontainer.

Ia optimistis kehadiran tol laut di Pelabuhan Malbufa dapat meningkatkan dan menopang pendapatan asli daerah untuk desa dan kesejahteraan warga.

Sebagai informasi, KM Kendhaga Nusantara 9 dioperasikan oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero). Kapal ini memiliki kapasitas muatan sekitar 1.300 ton yang memuat 60 buah kontainer.

Kapal ini melayani trayek T-29 dengan rute Tanjung Perak-Piru-Wayaloar-Malbufa-Babang-Saketa-Gimea (Tapeleo)-Bula-Tanjung Perak.

Baca juga: Menhub instruksikan layanan kapal tol laut terus dioptimalkan
Baca juga: Kemenhub tambah dua trayek tol laut di 2022
Baca juga: Kemenhub optimalkan peran pelabuhan untuk menunjang kinerja tol laut