Jakarta (ANTARA) -
Pengajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Jakarta kembali menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) usai satu siswa kelas XII IPS 2 terkonfirmasi positif COVID-19.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat SMA Negeri 6 Jakarta, Unro mengatakan setelah temuan kasus itu, pihaknya mengambil langkah menutup sekolah mulai 24-28 Januari 2022.
"Hanya satu orang (yang positif COVID-19). Positif COVID-19 sejak Sabtu (22/1) berdasarkan hasil tes PCR," kata Unro saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Unro mengatakan siswa yang terpapar COVID-19 tersebut sempat mengikuti pembelajaran tatap muka pada Kamis (20/1/)dan Jumat (21/1/).

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa pada Jumat, (21/1) siswa itu menunjukkan gejala seperti demam sehingga kemudian pihak sekolah memberikan parasetamol untuk menurunkan demam.

"Sampai rumah kambuh lagi, dites PCR ternyata hari Sabtu (22/1) hasilnya positif," ungkap dia.

Dia menambahkan, pihaknya akan segera melakukan tes "swab" PCR terhadap seluruh siswa kelas XII IPS 2 dan sejumlah guru yang sempat mengajar di kelas tersebut pada saat PTM.

Saat ini, kata Unro, pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru terkait jadwal pelaksanaan tes massal PCR.

"Jadi kami hanya bisa memberikan disinfektan di seluruh kelas, khususnya di kelas siswa yang positif," ujar dia.

Temuan kasus COVID-19 ini membuat SMAN 6 Jakarta menghentikan sementara PTM untuk yang kedua kalinya. Sebelumnya, pihak sekolah mengambil kebijakan serupa setelah seorang siswa kelas XI terpapar COVID-19.

Saat itu, PTM di SMAN 6 dihentikan selama 6 hari sejak Jumat (14/1/2022) hingga Rabu (19/1/2022).

Adapun PTM kembali digelar pada Kamis (20/1/) setelah hasil tes PCR kepada siswa, guru, dan karyawan menunjukkan hasil negatif.
Baca juga: SMAN 6 Jakarta perketat prokes saat PTM guna cegah COVID-19
Baca juga: Hasil tes PCR belum keluar, SMA Negeri 6 Jakarta batal gelar PTM
Baca juga: Ditutup sepekan, SMAN 6 Jakarta mulai gelar PTM 100 persen