Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan penanganan pandemi COVID-19 pada 2022 semakin terkendali dan pencapaian vaksinasi telah meningkat atau mencapai 301 juta dosis.

“Pencapaian vaksinasi juga terus meningkat. Sampai kemarin, sudah disuntikkan 301 juta vaksin kepada rakyat kita,” kata Presiden Jokowi seperti dikutip dari unggahan akun resmi Instagram @jokowi di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Presiden minta masyarakat lakukan vaksinasi "booster" COVID-19

Jika dirinci dari jumlah tersebut, untuk suntikan vaksin dosis pertama sebanyak 85 persen dari target penerima, dan dosis kedua sebanyak 58 persen.

Selain itu, kata Presiden, vaksinasi penguat atau booster sudah dimulai untuk disuntikkan sejak 12 Januari 2022.

“Vaksin booster (penguat) juga telah kita mulai sejak 12 Januari lalu,” ujar Presiden.

Ia menuturkan penanganan pandemi COVID-19 yang semakin baik dari hari ke hari, harus dimanfaatkan untuk membangkitkan optimistis dan kepercayaan pada masyarakat, dan kepada para pelaku usaha untuk melanjutkan aktivitas ekonomi serta kegiatan produktif lainnya.

"Penanganan pandemi yang makin baik tersebut, harus dipakai untuk membangkitkan optimisme, serta memberikan keyakinan dan kepercayaan yang lebih besar kepada masyarakat dan kepada para pelaku usaha untuk segera melanjutkan aktivitas ekonomi dan aktivitas-aktivitas produktif lainnya," ujarnya.

Baca juga: Jubir: Vaksinasi booster perlu guna tingkatkan proteksi

Baca juga: Penerima dua dosis vaksin COVID-19 di Indonesia 121,57 juta orang


Presiden meyakini pada 2022 akan menjadi momentum ketika Indonesia berada dalam fase penting pemulihan ekonomi. Indikator-indikator ekonomi, kata Presiden, juga terus menunjukkan perbaikan. Selain itu, stabilitas perekonomian dan sistem keuangan tetap terjaga dengan baik.

"Fondasi yang kuat untuk melakukan akselerasi pemulihan," kata Presiden Jokowi..