Kabupaten Bogor (ANTARA) - Bupati Bogor Ade Yasin mengaku bangga lantaran jumlah produksi kopi robusta di Kabupaten Bogor terbesar se-Jawa Barat dan berada di urutan keempat se-Indonesia dengan angka 4.151 ton selama tahun 2021.

"Jumlah produksi kopi robusta dari tahun ke tahun meningkat. Di tahun 2019 para petani kopi berhasil memproduksi kopi sebanyak 3.667 ton, sementara di tahun 2020 mencapai 4.004 ton setahun," ungkapnya di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa.

Padahal, menurutnya, target produksi kopi robusta di Kabupaten Bogor telah diproyeksikan hingga tahun 2023 yaitu hanya sebanyak 3.726 ton per tahun.

Kemudian, urutan kedua daerah di Jawa Barat dengan produksi kopi robusta terbesar yaitu Kabupaten Kuningan dengan jumlah 1.531 ton per tahun dan urutan ketiga Kabupaten Tasikmalaya dengan angka produksi 1.188 ton per tahun.

Baca juga: Produksi kopi robusta di Bogor capai 4.004 ton dalam setahun

Ade Yasin menyebutkan petani di Kabupaten Bogor tak hanya memproduksi kopi robusta, melainkan juga jenis kopi lainnya yakni arabika sebanyak 473 ton per tahun.

Ia menerangkan jenis kopi robusta dan arabika perkebunannya tersebar di lima kecamatan yakni Sukamakmur, Megamendung, Pamijahan, Babakanmadang, dan Tanjungsari.

"Kita urutan keempat dari penghasil kopi robusta di Indonesia, kalau di Jawa Barat kita produsen terbesar kesatu," ujarnya.

Namun ia masih menemukan sejumlah catatan dari sektor pertanian kopi, seperti belum optimalnya ketersediaan bibit kopi robusta dan pala untuk perluasan tanam. Kemudian belum optimalnya penerapan teknologi budidaya pada tanaman kopi.

Baca juga: Ade Yasin dorong kopi Bogor jadi produk unggulan di tingkat nasional