Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Lembaga Pembangunan Internasional AS (United States Agency for International Development/USAID) berkomitmen untuk terus mendukung Indonesia menyediakan layanan air bersih dan sanitasi aman bagi masyarakat.

“Ke depan, Amerika Serikat akan terus mendukung komitmen Indonesia dalam menyediakan layanan air bersih dan sanitasi aman sekaligus mengurangi risiko terkait iklim,” kata Direktur USAID Indonesia Jeffery P. Cohen dalam perayaan pencapaian kemitraan Indonesia-AS terkait air minum dan sanitasi, seperti dikutip melalui siaran pers Kedutaan Besar dan Konsulat AS di Indonesia, Jakarta, Selasa.

Cohen mengatakan selama lebih dari 15 tahun, kemitraan antara Amerika Serikat dan Indonesia telah meningkatkan akses air dan sanitasi aman bagi sekitar 7,6 juta penduduk Indonesia.

Sejak Juni 2016, melalui program USAID Indonesia Urban Water, Sanitation, and Hygiene Penyehatan Lingkungan untuk Semua (USAID IUWASH PLUS), USAID telah bermitra dengan berbagai lembaga di pemerintahan pusat, 35 pemerintah kabupaten/kota, penyedia layanan, dan pemangku kepentingan sektor swasta, dalam upaya memastikan air dan sanitasi yang bersih bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah dan rentan.

Baca juga: AS dan UNICEF teken kesepakatan dukung upaya tanggap COVID Indonesia

Sebagai hasil dari lima tahun kemitraan tersebut, lebih dari 1,6 juta orang, termasuk hampir 530.000 orang dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia, saat ini telah mendapatkan akses air minum, dan lebih dari 965 ribu orang telah mendapatkan akses sanitasi terkelola yang aman.

Selama lima tahun terakhir, USAID dan para mitra telah membantu lebih dari 355.000 orang untuk mendapatkan akses pelayanan sanitasi dasar, termasuk lebih dari 258.000 orang di antaranya berasal dari 40 persen penduduk termiskin. Lebih dari 32 pemerintah daerah telah secara resmi mengadopsi 111 kebijakan pendukung peningkatan air, sanitasi, dan higiene di 32 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Sementara itu, dukungan USAID juga telah menarik pendanaan sekitar 235 juta dolar AS (Rp3,3 triliun) dari anggaran pemerintah pusat dan daerah, serta investasi sektor swasta untuk berbagai program dan infrastruktur di bidang air minum, sanitasi, dan higiene.

Komitmen kuat pemerintah Indonesia dan kemitraan dengan USAID tersebut, kata Direktur Perumahan dan Permukiman Kementerian PPN/Bappenas Tri Dewi Virgiyanti, akan berkontribusi bagi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.

Baca juga: USAID: Ada kemajuan demokrasi di tingkat kabupaten dan kota

"Kami sangat mengapresiasi kemitraan penting USAID dalam mendukung komitmen besar Pemerintah Indonesia untuk mencapai target SDG 2030," kata dia.

Sementara itu, Wakil Direktur State Secretariat for Economic Affairs (SECO) Indonesia Andrea Zbinden juga mengaku bangga dapat bermitra dengan pemerintah Indonesia dan USAID dalam upaya meningkatkan pelayanan air minum.

“Swiss bangga dapat bermitra dengan Pemerintah Indonesia dan USAID untuk meningkatkan pelayanan air minum,” katanya.

Pada 2019, Swiss melalui SECO telah memberikan kontribusi sebesar 4,5 juta dolar AS (Rp64,6 miliar) untuk program USAID IUWASH PLUS, sehingga nilai total investasi bersama tersebut menjadi 48 juta dolar AS (Rp689 miliar).

Penambahan dana tersebut telah membantu tujuh perusahaan daerah air minum (PDAM) untuk menurunkan kehilangan air dan meningkatkan efisiensi energi. Kemitraan tersebut telah menurunkan kehilangan air sebesar 3,1 persen, meningkatkan efisiensi energi sebesar 20 persen, dan menarik pendanaan sebesar 5,9 juta dolar AS ( Rp84,7 miliar) untuk perbaikan kinerja PDAM.

Baca juga: Bappenas apresiasi USAID dukung pemerintah Indonesia capai target SDGs