Jakarta (ANTARA) - Oli gardan merupakan bagian penting dalam sistem penggerak mobil, baik untuk penggerak dua roda (2WD) atau empat roda 4WD.

Pemilik kendaraan harus mewaspadai gejala atau ciri dari oli gardan yang harus diganti, guna menghindari kerusakan yang lebih parah.

Mengutip laman resmi dari Auto2000, Senin, terdapat tiga hal yang harus diketahui oleh para pemilik kendaraan untuk bisa terhindar dari kerusakan parah yang disebabkan dari kelalaian pergantian oli gardan.

Baca juga: PT EMLI hadirkan laboratorium pelumas di Indonesia

Baca juga: Pentingnya pelumasan mesin pada industri kelistrikan


1. Muncul Gejala-Gejala Dari Gardan
Dikarenakan posisi komponen gardan berada di bawah mobil, maka pemilik kendaraan akan sangat mudah melihat gejala jika memang oli sudah harus diganti.

Ada beberapa gejala atau tanda yang biasanya muncul, yaitu terdengar suara mendengung dari bawah mobil, getaran di bagian bodi mobil ketika melewati jalanan menurun, dan muncul suara saat berbelok.

Beberapa gejala di atas biasanya disebabkan oli gardan yang sudah tidak mampu melumasi gigi-gigi secara sempurna. Sudah pasti permukaan gigi menjadi tidak licin lagi dan akhirnya menimbulkan bunyi atau getaran tidak lazim. Segera cek kondisi gardan ke bengkel untuk menyelesaikan masalah ini.

2. Melewati Batas Penggantian Oli Gardan

Apapun komponennya, selalu ada batas pemakaian sebelum akhirnya harus diganti dengan yang baru. Begitu juga dengan oli gardan. Pelumas ini memiliki batas juga hingga diperbarui agar fungsinya tetap maksimal.

Sebenarnya setiap mobil memiliki batasan dan waktu yang berbeda-beda. Semuanya tergantung dari spesifikasi oli gardan, jumlah oli yang dibutuhkan, hingga jarak tempuh yang sudah dilalui.

Jika melihat pandangan umum, maka oli ini sudah bisa diganti setiap dua tahun sekali atau jarak tempuh kendaraan sudah menembus angka 40.000 kilometer.

Jadi Anda harus mengingat atau mencatat kapan harus melakukan ganti oli gardan. Dengan begitu, Anda sudah tahu kapan harus menggantinya. Jangan sampai lupa untuk mengganti oli ini karena bisa saja merusak mobil. Semakin cepat diganti, maka semakin baik bagi kinerja gardan.

​​​​3. Perubahan Warna Oli Gardan

Pemilik mobil sebenarnya juga bisa tahu waktunya mengganti oli gardan dari perubahan warnanya. Ketika warnanya sudah menjadi agak putih atau abu-abu metalik gelap, maka kondisinya sudah tidak bagus lagi. Kekentalannya juga krusial. Oli yang harus diganti biasanya menjadi lebih encer dari yang seharusnya.

Namun perubahan warna dan kekentalan biasanya disebabkan oleh dua hal. Pertama, oli sudah terkontaminasi dengan air ketika melewati genangan atau banjir. Inilah yang membuat oli berubah agak putih serta lebih encer. Untuk penyebab ini, memang sulit untuk dihindari.

Kedua, perubahan warna yang menjadi abu-abu metalik gelap karena sudah terlalu lama digunakan alias tidak pernah diganti.

Kalau sudah begini, maka segeralah pergi ke bengkel untuk mengganti oli gardan. Anda jangan sampai menunggu terlalu lama karena posisi oli di bagian kaki-kaki mobil sangatlah penting. Daripada mendapatkan masalah ketika sedang mengendarai mobil tersebut, sebaiknya lakukan servis sejak dini.

Baca juga: MG gandeng ExxonMobil sediakan pelumas untuk konsumen

Baca juga: Jangan asal pilih oli mesin, ini alasannya menurut Rifat Sungkar

Baca juga: ExxonMobil kenalkan pelumas Mobil Delvac MX 15W40 Limited