Jakarta (ANTARA) - Pandemi dalam dua tahun meluluhlantakkan bangunan ekonomi yang telah dirintis selama banyak putaran dekade ke belakang.

Tak ubahnya dengan satu sudut yang kerap terlewat yakni wisata MICE (Meeting Incentives Conference Exhibition) termasuk di dalamnya kompetisi hobi dari tanaman sampai ikan hias yang juga turut terdampak.

Sebelum pandemi, baik pameran, kompetisi, hingga kontes menjadi salah satu daya tarik yang menyedot kunjungan orang dalam hal ini wisatawan sehingga kerap menjadi concern tersendiri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Bahkan, dalam struktur organisasi Kemenparekraf dalam beberapa waktu terakhir dibentuk direktorat khusus yang mengurusi MICE yakni Direktorat Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran.

Baca juga: Kemenparekraf gelar kegiatan internasional untuk bangkitkan MICE

Ini tidak lain bertujuan untuk mendongkrak sektor wisata MICE yang memang menyedot kunjungan wisatawan besar dengan tingkat spending yang captive dan pasti.

Sektor MICE bahkan sempat digadang-gadang menjadi bidang yang akan mampu memberikan kontribusi besar terhadap target kunjungan dan nilai devisa yang muncul belakangan.

Sayangnya, pandemi dalam dua tahun terakhir melumpuhkan segala sektor termasuk wisata MICE hingga bahkan ke pameran dan kontes-kontes kelas pehobi.

Namun semakin baiknya penanganan COVID-19 dan mulai pulihnya ekonomi, para pehobi atau hobiis mulai perlahan kembali beraktivitas memenuhi kebutuhan klangenan hatinya.

Para hobiis ikan hias misalnya berupaya bangkit mengawali tahun 2022, dengan merintis sebuah kegiatan bertajuk kompetisi Betta Fish terbesar di Indonesia.

Event ini sekaligus sebagai simbol optimisme kebangkitan ekonomi dan menjadi ajang mengonteskan ribuan ikan cupang serta memamerkan lebih dari 4200 ekor ikan hias. Gelaran akbar ini diselenggarakan di Trans Studio Mall, Bandung, pada 13-16 Januari 2022.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno, menganggap kegiatan tersebut layak didukung karena menjadi simbol kebangkitan ekonomi dan pemulihannya setelah terdampak pandemi hebat.

Baca juga: Bisnis MICE akan peroleh bantuan insentif pemerintah dan dana hibah

Inspirasi festival

Sebuah ajang bertajuk “Caf Betta Festival” kemudian menjadi alternatif wisata hobi di tengah pandemi sekaligus sebagai inspirasi manfaat ikan hias di Indonesia yang selama ini baik disadari ataupun tidak, sudah memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian bangsa.

Terlebih juga karena Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor ikan non-konsumsi atau ikan hias di dunia. Tercatat saat ini Indonesia masih berada pada peringkat ke-5 dunia sebagai negara pengekspor ikan hias terbesar.

Pada tahun 2018 lalu saja, Indonesia mengekspor 257.862.207 ekor ikan hias dengan nilai 314 juta dolar AS. Jepang, Singapura, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Inggris menjadi negara tujuan ekspor utama.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga masih berupaya mendorong produksi perikanan non-konsumsi asal Indonesia untuk memenuhi pasar ikan hias dunia dengan memfasilitasi para pembudidaya.

Salah satu ikan hias yang menjadi andalan ekspor Indonesia adalah ikan cupang atau yang biasa disebut dengan Betta Fish.

Di Indonesia, perkembangan pehobi ikan cupang juga sangat pesat sehingga memicu persaingan pasar yang ketat dan keberanekaragaman jenis ikan cupang.

Sektor pemasaran ikan cupang ini pun cukup beragam dari anak-anak, pehobi, pemain kontes, dan kolektor. Kualitas adalah hal terpenting dalam pemasaran ikan cupang, dengan kualitas yang baik ikan-ikan cupang ini akan mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.

Baca juga: KKP transfer teknologi pengembangbiakan ikan cupang alam

Event Director of CAF Betta Festival Zaenal Somantri mengungkapkan acara tersebut digelar bersama Dewan dan Komunitas penggiat cupang Indonesia untuk satu tujuan mendorong bisnis para pelaku usaha kecil.

CAF Betta Festival diikuti oleh seluruh mata rantai bisnis dan pehobi ikan cupang di Indonesia dan menawarkan hadiah dengan nilai total sebesar Rp500 juta.

Adapun pembagian kategori terdiri dari 2 kelas yaitu International Betta Congress (IBC) dan Standar Nasional Indonesia (SNI), dengan total kelas cupang yang dikompetisikan sebanyak 173 kelas untuk IBC dan SNI.

Kompetisi ini akan dinilai oleh dewan juri dengan jumlah terbanyak se-Indonesia yaitu 11 Juri SNI dan 11 Juri IBC (total 22 juri yang semuanya bersertifikasi).

Bangga budaya lokal

CAF Betta Festival yang mengambil tema “Pride of Local Culture” itu melibatkan para pengusaha, UMKM dan pembudidaya dalam satu forum kegiatan yang konkret, sehingga diharapkan mampu meningkatkan ekonomi para pelaku usaha di bidang ikan hias melalui pameran.

Acara ini tidak melulu mengenai kompetisi Betta Fish saja, melainkan juga Betta Fish Auction (lelang ikan cupang), Betta Fish Coaching Class, Talkshow, Habit Culture, serta Festival Kuliner yang menghadirkan aneka booth Cemilan Nusantara.

Meski diselenggarakan dalam kondisi masa pandemi COVID-19, namun penerapan protokol kesehatan tetap dilakukan dengan ketat dan disiplin.

Baca juga: Tips rawat kolam untuk pehobi ikan hias

CEO CAF Group, Yanuar Anugrah menyatakan bahwa timnya telah menyediakan Mobile Laboratorium Antigen (EBDC) yang disiagakan untuk keperluan tes antigen bagi semua panitia dan peserta yang mengikuti acara.

Selain itu, semua yang berada di area kegiatan juga tetap diwajibkan untuk mengenakan masker dengan baik, mencuci tangan pakai sabun atau menggunakan sanitasi, serta menjaga jarak fisik serta tidak berkerumun.

Selain masyarakat bisa hadir langsung menikmati acara ini secara offline dari kawasan Trans Studio Mall, Bandung, acara ini juga tetap bisa diakses secara online melalui platform virtual event untuk memaksimalkan keikutsertaan publik.

Mereka berharap, melalui kegiatan tersebut pada akhirnya bisa menyumbangkan kontribusi lebih besar lagi bagi bangsa ini termasuk mendorong memulihkan dan menggairahkan kembali perekonomian Indonesia pascapandemi.

Baca juga: Kontes ikan louhan digelar di Jakarta Pusat saat PPKM level dua

Baca juga: KKP optimistis RI jadi pengekspor ikan hias nomor satu dunia

Baca juga: Menjaga kedigdayaan komoditas ikan hias Indonesia