Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Kota Jayapura, Papua, Jumat sore, menetapkan status tanggap darurat terkait dengan bencana alam yang terjadi di empat di antara lima distrik di daerah itu.

"Penetapan status tanggap darurat itu diputuskan setelah forkopimda menggelar rapat di kantor wali kota di Jayapura," kata Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano di Jayapura, Jumat.

Dia mengatakan status tanggap darurat berlangsung selama seminggu, di mana pemkot setempat antara lain membuka tiga posko di Pasar Youtefa, SMA Negeri 4 Entrop, dan Perumahan Organda guna penanganan bencana tersebut.

Baca juga: Tanah longsor menyebabkan tujuh orang meninggal di Kota Jayapura

Selama masa tanggap darurat, para korban akan diberi bantuan makan tiga kali sehari, sedangkan tim kesehatan memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang sakit.

Terkait dengan data pengungsi, kata dia, belum final karena petugas di lapangan masih mendata.

Diperkirakan warga yang menjadi korban, baik banjir maupun longsor, sekitar 7.000 orang tersebar di Distrik Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura, dan Heram.

"Puji Tuhan Distrik Muara Tami aman karena sebelumnya dikhawatirkan tanggul jebol, " kata dia.

Baca juga: Pemkab Jayapura catat 17 titik kejadian bencana alam

Ia mengharapkan, warga tetap mewaspadai kemungkinan terjadi bencana susulan, terutama mereka yang bermukim di kawasan lereng gunung.

"Saya sudah minta RT/RW mengingatkan warganya untuk waspada, terutama yang tinggal di lereng gunung dan bila memungkinkan untuk sementara mengungsi ke saudara atau tempat yang aman," kata dia.

Bencana banjir terparah terjadi di Pasar Youtefa, Perumahan Organda, SMA 4 Entrop, dan Perumnas IV.

Tanah longsor terjadi di empat lokasi, yakni Nirwana, Bhayangkara, APO Bengkel, dan Klofkam menyebabkan tujuh orang meninggal serta enam orang luka-luka.

Baca juga: Prajurit TNI bantu evakuasi korban banjir dan longsor di Jayapura
Baca juga: BMKG paparkan faktor dinamika atmosfer sebabkan banjir di Jayapura