Jakarta (ANTARA) - Orbit Future Academy bersama Kampus Merdeka meluncurkan program pembelajaran Artificial Intelligence (AI) gelombang kedua dengan tema Orbit Jago AI.

Co-Founder & President Commissioner Orbit Future Academy Ilham Akbar Habibie menceritakan kegelisahannya bersama sejumlah rekan bisnisnya yang melihat Indonesia sungguh membutuhkan peningkatan intensitas dan kualitas transfer pengetahuan yang berfokus pada teknologi, AI, dan keterampilan masa depan, demi menjalani era Industri 4.0 secara produktif dan konstruktif.

"Era ini sangat bergantung pada pengelolaan data dan penyelarasannya bersama platform, solusi, atau perangkat lain," ujar Ilham dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.

Pada saat ini dan masa depan, wawasan teknologi dan keterampilan rekayasa AI merupakan kompetensi masa depan yang mutlak harus dikuasai oleh sebanyak mungkin generasi penerus bangsa Indonesia.

Data terbaru Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menguatkan hal tersebut dengan mencatat terdapat kebutuhan tenaga kerja domestik sebanyak lebih dari 40 juta orang hingga 2050 untuk menempati berbagai posisi dan fungsi pekerjaan masa depan yang sebelumnya tidak ada di masa lalu, yang berlaku lintas-industri.

Mayoritas dari posisi dan fungsi pekerjaan tersebut sangat erat berkaitan dengan penguasaan teknologi dan rekayasa AI.

Dengan demikian, Ilham menuturkan Orbit Future Academy didirikan agar Indonesia tak hanya menjadi pasar produk teknologi saja, melainkan agar dapat menjadi aktor utama inovasi dan produsen utama solusi teknologi terkini bagi pasar Indonesia maupun dunia.

Adapun program Orbit Jago AI terdiri dari dua macam peruntukan, yaitu Foundations of AI and Life-skills for Gen Z dan AI Mastery Program.

Foundations of AI and Life-skills for Gen Z merupakan program pembelajaran yang relevan bagi mahasiswa semua jurusan atau program studi, dengan konten materi pembelajaran yang lebih sederhana, beragam, serta dilengkapi dengan sejumlah modul keterampilan bisnis dan kemandirian hidup di era Industri 4.0, misalnya entrepreneurship skill.

Ia melanjutkan, ada pula modul corporate skill, business skill, leadership and management skill, technology skill, dan materi dasar tentang rekayasa AI, sehingga Foundations of AI and Life-skills for Gen Z cocok dipelajari oleh para pencari pekerjaan atau para pencipta lapangan kerja.

Sedangkan AI Mastery Program merupakan program yang relevan bagi Mahasiswa Teknik Informatika/Teknik/Python, yang ingin mempelajari AI secara lebih teknis, lebih mendalam, dan lebih spesifik, sehingga kurikulumnya didesain agar peserta didik dapat menghasilkan proyek rekayasa AI yang berdampak besar dan bisa memecahkan masalah masyarakat.

Program Orbit Jago AI, baik kategori Foundations of AI and Life-skills for Gen Z maupun kategori AI Mastery Program memiliki persamaan karakteristik, seperti program gratis alias tidak dipungut biaya apa pun untuk mahasiswa semester 5, 6, dan 7, serta tersertifikasi resmi karena Orbit Future Academy telah berizin dari Kemdikbudristek.

Selanjutnya, masing-masing program berbobot 20 SKS, di mana konversi SKS dan kualitas program dijamin oleh Kemdikbudristek, kegiatan dapat diikuti dari secara daring, dan waktu pendaftaran program dimulai dari 7 Januari 2022.

Ilham pun menilai berbagai bentuk nyata teknologi dan AI terbukti telah membantu manusia di banyak sektor melalui efektivitas, efisiensi, akurasi, dan konsistensi yang ditawarkannya.

"Berkat dukungan mitra teknologi kelas dunia, dunia usaha, serta sejumlah kementerian terkait, Orbit Future Academy percaya peningkatan kualitas dan perluasan dampak program Orbit Jago AI dapat membawa transformasi signifikan bagi dunia pendidikan, industri, maupun kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia pada saat ini dan masa depan," tutupnya.

Baca juga: Bank Mandiri dan Orbit Future Academy siapkan siswa berbasis digital
Baca juga: Teknologi AI dan drone dimanfaatkan untuk jaga kelestarian lingkungan
Baca juga: Airlangga: ASEAN harus perkuat kerja sama pengembangan AI