Jakarta (ANTARA News) - Indonesia dan Iran tanda tangani pernyataan bersama ketua parlemen kedua negara yang menekankan pada peningkatan hubungan bilateral, mendukung revolusi di Timur Tengah dan Afrika Utara serta isu-isu internasional lainnya.

Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan bahwa Indonesia dan Iran memiliki visi yang sama pada hubungan bilateral, untuk memperkuat sektor ekonomi, perdagangan dan energi, karena hubungan politik kedua negara telah dianggap baik.

"Oleh Karena itu, kami bertujuan untuk meningkatkan ekonomi, perdagangan dan sektor energi dengan memfasilitasi infrastruktur dan kebijakan," kata Marzuki, saat menyambut Ketua Majelis Permusyawaratan Republik Islam Iran Ali Ardeshir Larijani di Jakarta, Kamis.

Selain itu, Marzuki juga menekankan perlunya untuk memperkuat hubungan komisi parlemen dengan membangun kerjasama di bidang energi kesehatan, pariwisata, infrastruktur dan lainnya.

"Kita sudah memiliki kelompok Kerjasama Bilateral Iran-Indonesia untuk meningkatkan hubungan bilateral yang kuat kedua negara," kata Marzuki.

Selanjutnya, kedua ketua perlemen tersebut juga berkomitmen untuk mengambil peran lebih besar dalam berpartisipasi untuk memecahkan masalah di dunia baru-baru ini seperti revolusi di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Menurut Pernyataan Bersama, keduanya juga menggarisbawahi bahwa ajaran agama telah menjamin terjadinya persatuan dan menghormati hak bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri demi martabat dan kemakmuran negara tersebut.

Keduanya juga mendesak masyarakat internasional dan pemerintah untuk menghormati hak-hak bangsa dan menolak intervensi asing terutama militer dan mengutuk apapun dari pendudukan.

Kedua parlemen juga mendesak masyarakat internasional untuk mengakhiri isolasi Jalur Gaza yang telah berlangsung selama lebih dari empat tahun sekarang dan permintaan untuk memberikan dukungan ke Palestina sebagai sebuah bangsa yang merdeka dengan menetapkan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.

Mengenai bentuk dukungan terhadap Jalur Gaza, kedua parlemen mendesak untuk menindaklanjuti keputusan sidang PUIC (Uni Parlemen Organisasi Negara Islam) di Damaskus, Suriah terkait rencana untuk pengiriman rombongan ketua perlemen dan delegasinya ke Gaza, bulan suci Ramadhan 1432H (Agustus 2011).

Kemudian kedua parlemen juga sepakat untuk meningkatkan kerjasama untuk memperkuat demokrasi di negara-negara Islam, mengingat Iran dan Indonesia telah berhasil menyelaraskan prinsip Islam dan demokrasi.

Sementara itu, Larijani mengatakan bahwa kunjungannya ke Jakarta bertujuan untuk membahas isu-isu penting dunia,

"Saya berharap bahwa kita dapat berbicara tentang isu-isu penting dunia dan membahasnya," ujar Larijani.

Menurut Larijani, keduanya sudah sering bertemu pada kesempatan acara Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan selalu mengambil keputusan bersama.(*)
(T.A050/F002)