Denpasar (ANTARA) - Suasana Kota Denpasar, Bali menjelang pergantian ke Tahun Baru 2022 tidak semeriah seperti sebelum terjadinya pandemi COVID-19, apalagi ada imbauan pemerintah untuk merayakan malam pergantian tahun baru di rumah saja.

Pewarta ANTARA melaporkan di seputaran jantung Kota Denpasar, Jumat malam, warga tak terlihat melakukan aktivitas ingar-bingar, bahkan letupan petasan dan kembang api pun tak begitu mewarnai kota setempat.

"Pemerintah dan Majelis Desa Adat (MDA) Bali sudah mengimbau malam ini tidak ada pesta perayaan pergantian tahun 2021 ke Tahun Baru 2022, karena suasana di tengah pandemi COVID-19. Apalagi sudah muncul varian baru Omicron," kata Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai di Denpasar, Jumat.

Dewa Rai yang juga Juru Bicara Tim Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Denpasar mengatakan dibanding tahun-tahun sebelumnya, seperti tahun sebelum pandemi, perayaan pergantian tahun memang di Kota Denpasar cukup meriah. Bahkan di seputaran Lapangan Puputan Badung yang biasanya menjadi pusat perayaan pergantian malam tahun baru, sekarang terlihat lengang.

"Sejak pandemi melanda dunia, termasuk di Denpasar Bali. Maka pusat-pusat keramaian, seperti Lapangan Puputan Badung, Lapangan Lumintang dan Lapangan Renon ditutup untuk umum karena pemerintah mengimbau melarang berkerumun dan merayakan pergantian tahun, cukup di rumah saja," ujarnya.

Baca juga: Bundaran HI ramai lancar jelang penerapan "crowd free night"
Baca juga: Kapolda NTB patroli bermotor pantau suasana malam pergantian tahun


Dewa Rai mengharapkan kepada masyarakat untuk mentaati aturan dan imbauan pemerintah agar tidak menyelenggarakan pesta perayaan malam pergantian tahun.

"Kami harapkan masyarakat melakukan syukuran akhir tahun 2021 sebaiknya di rumah saja berkumpul dengan keluarga. Selain itu melakukan doa bersama agar pandemi COVID-19 segera berakhir," ujarnya.

Situasi Kota Denpasar sejak sore hari tampak lengang. Tidak ada tanda-tanda masyarakat akan melakukan pesta pergantian tahun tersebut. Misalnya di kawasan Lapangan Puputan Badung, Kota Denpasar pada tahun sebelumnya (sebelum COVID-19) warga sudah mempersiapkan untuk merayakan tahun baru dengan berbagai aktivitas, seperti pementasan seni budaya, musik dan lainnya.

Namun dengan pandemi COVID-19, warga telah menyadarkan dirinya untuk tidak melakukan pesta Tahun Baru 2022. "Masyarakat mentaati imbauan dari pemerintah agar meniadakan kegiatan pesta," katanya.

Baca juga: Polisi tegaskan tidak ada pesta kembang api tahun baru di Badung Baca juga: Malam pergantian tahun, Jalan Pantai Kuta ditutup

Baca juga: Pangdam Siliwangi: Keramaian warga di Asia Afrika segera dibubarkan