Batam (ANTARA News) - Otoritas Malaysia mengerahkan satu unit helikopter, satu kapal dan empat boat untuk mencari tenaga kerja Indonesia yang tenggelam bersama kapal kayu yang ditumpanginya di Perairan Malaysia.

"Pencarian masih dilakukan sampai saat ini," kata Konsulat Jenderal RI Johor Bahru Jonas Lomban Tobing melalui telepon kepada ANTARA di Batam, Jumat.

Sebanyak tujuh dari 24 orang tenaga kerja Indonesia korban kapal tenggelam masih belum ditemukan.

Sebuah kapal kayu pembawa tenaga kerja Indonesia tenggelam di Perairan Johor Timur, Malaysia, Rabu saat hendak berlayar dari negeri jiran ke Batam.

Ia mengatakan pencarian TKI dilakukan oleh The Malaysian Maritime Enforcement Agency (APPM), Marine Police dan angkatan laut Malaysia.

"Kami terus memonitor pencarian," kata dia.

Berdasarkan kebijakan pemerintah Malaysia, kata dia, pencarian akan dilakukan selama tiga hari sejak kejadian Rabu (1/6) pagi.

Sementara 17 korban kapal tenggelam berhasil diselamatkan APPM setelah terapung-apung sekitar tujuh jam di Perairan Malaysia.

Kepala Bagian Humas Kepolisian Daerah Kepulauan Riau Hartono mengatakan polisi Indonesia tidak dapat berbuat banyak untuk menyelamatkan TKI yang tenggelam.

"Kami berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia," kata Hartono.

Direktur Polisi Air Polda Kepri AKBP Muhammad Yassin Kosasih mengatakan pihak Malaysia masih melakukan pencarian TKI yang belum ditemukan.

"Kepolisian Indonesia tidak bisa masuk, karena bukan wilayah kita," kata Yassin. Kapal kayu yang tenggelam Rabu sekitar pukul 3.30 WIB dipastikan ilegal karena berlayar tidak melalui pelabuhan resmi.
(*)