Mamuju (ANTARA News) - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia akan memulai terbang perdana ke Bandara Tampapadang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, 1 Juni 2011.

"Jika tak ada kendala, mulai besok (1/6), maskapai Garuda Indonesia, akan melakukan uji landasan pacu di bandara Tampapadang," kata Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Selasa.

Menurutnya, pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan Garuda Indonesia guna memaksimalkan pelayanan pengguna jasa penerbangan yang selama ini cenderung semakin meningkat.

Ia mengemukakan, setelah uji landasan pacu maka selanjutnya pihak penerbangan maskapai Garuda akan rutin melayani masyarakat dengan rute penerbangan Mamuju-Makassar.

"Masuknya maskapai penerbangan di bandara Tampapadang ini akan menambah jumlah armada yang masuk di daerah kita.

Selama ini, kata gubernur, hanya ada dua pesawat yang beroperasi di Bandara Tampapadang yakni Lion Air rute Mamuju dan Makassar dan satu pesawat reguler dengan rute Mamuju menuju kota Balikpapan.

"Pesawat Lion Air beroperasi setiap hari sedangkan pesawat reguler tujuan Mamuju-Balikpapan hanya tiga kali dalam seminggu. Karena itu, penyedia jasa penerbangan yang ada saat ini masih sangat terbatas," tutur Gubernur.

Dia mengatakan, perluasan bandara terus dilakukan untuk memenuhi permintaan jasa penerbangan dari maskapai lainnya seperti Sriwijaya Air maupun perusahaan penerbangan dari Negara Malaysia.

Gubernur mengemukakan, pemprov akan melihat perkembangan setelah masuknya penerbangan Garuda Indonesia.

"Jika kita lihat memungkinkan untuk dilakukan penambahan maka pemprov pasti akan mengupayakan segera memasukkan tambahan lain. Jika dilihat perkembangan yang ada saat ini maka diprediksi beberapa tahun kedepan akan berbondong-bondong untuk membuka rute Mamuju yang menghubungkan kota-kota besar di Indonesia seperti ke Jakarta.

Apalagi kata dia, tingkat investasi yang masuk ke Sulbar semakin membaik seperti dengan dilakukannya tahap eksplorasi pada dua block migas.

Kemudian kata dia, dua perusahaan multinasional akan memulai melaksanakan pembangunan PLTA Karama oleh perusahaan asing China dan pembangunan PLTA yang akan dikerjakan perusahaan Kalla Grup.

"Beroperasinya perusahaan asing ini akan memicu meningkatnya aktivitas layanan penerbangan. Makanya, kita harap, pembangunan bandara ini bisa dituntaskan di tahun 2012," ucap Gubernur. (ACO/F003/K004)