Kudus (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah, segera membuka pelayanan operasi cathlab atau kateterisasi jantung untuk peserta JKN-KIS, menyusul adanya visitasi oleh BPJS Kesehatan pusat.

"Kami sudah mengajukan izin sejak tahun 2019. Setelah menunggu hampir dua tahun, alat kesehatan yang berada di gedung jantung ini telah selesai dilakukan visitasi oleh BPJS pusat awal bulan ini," kata Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus Abdul Aziz Achyar di Kudus, Kamis.

Ia memperkirakan dalam waktu dekat ini sudah bisa dimanfaatkan oleh peserta BPJS Kesehatan.

Baca juga: RSUD Kudus segera buka layanan kateterisasi jantung untuk pasien JKN

RSUD Kudus, kata dia, sudah menyiapkan peralatan untuk mendukung layanan tersebut, sehingga nantinya bisa melayani. Sedangkan untuk pasien umum sudah bisa memanfaatkan layanan tersebut, namun karena biayanya mahal, masyarakat lebih memilih rumah sakit lain yang bisa melayani pasien JKN-KIS atau pengobatan dengan alternatif lain yang lebih murah.

Ia berharap izinnya dalam waktu dekat bisa keluar, sehingga bisa menjadi rujukan masyarakat di Kabupaten Kudus atau menjadi rujukan masyarakat dari luar daerah.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus Agustian Fardianto mengungkapkan pengajuan dari RSUD Loekmono Hadi Kudus sudah diproses, sedangkan saat ini masih menunggu keputusan BPJS Kesehatan pusat.

"Untuk layanan catthlab dan kemoterapi memang harus ada persetujuan dari BPJS Kesehatan pusat. Sedangkan dari daerah sudah memprosesnya, karena layanan tersebut juga bagian dari kemudahan masyarakat mengakses layanan kesehatan," ujarnya.

Baca juga: Satgas COVID-19 beri masukan terkait layanan di IGD RSUD Kudus

Baca juga: RSUD Kudus tambah ruang isolasi COVID-19 dengan memanfaatkan ruang VIP


Jika sebelumnya harus melakukan rujukan ke rumah sakit di Semarang, kata dia, nantinya cukup melakukan rujukan ke RSUD Loekmono Hadi Kudus. Bahkan, rumah sakit lain dari kabupaten tetangga, seperti Jepara, Pati, Grobogan, hingga Blora juga bisa melakukan rujukan ke Kudus yang sudah tersedia layanan cathlab tersebut.

"Karena peralatan yang digunakan sangat canggih, membutuhkan kompetensi khusus, sehingga ditangani langsung dari pusat. Mudah-mudahan izinnya segera turun, karena selain RSUD Loekmono Hadi Kudus, izin serupa juga diajukan oleh RSU Mardi Rahayu Kudus," ujarnya.