Jakarta (ANTARA) - PT Jasa Raharja, BUMN penyelenggara program perlindungan dasar kecelakaan penumpang dan lalu lintas jalan, berhasil meningkatkan pelayanan publik berkat transformasi digital dan inovasi yang dilakukan sejak awal tahun guna memberi kemudahan kepada masyarakat.

Berdasarkan keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, PT Jasa Raharja berhasil meningkatkan kecepatan pelayanan proses klaim santunan dengan rata-rata kecepatan penyerahan santunan meninggal dunia (MD) selama 1 hari 10 jam. Rata-rata tersebut lebih cepat 1 hari 14 jam dari target, yakni 3 hari, dan lebih cepat 5 jam dari tahun lalu, yaitu 1 hari 15 jam.

“Jasa Raharja terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui transformasi digital di sektor pelaksanaan program intensifikasi pendapatan bersama mitra kerja, penerapan operational excellence yang berpedoman dengan governance risk compliance, sektor pendapatan, pengelolaan investasi yang aman, pengembangan human capital yang unggul, serta efisiensi biaya yang dilakukan manajemen,” jelas Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A Purwantono.

Baca juga: Jasa Raharja cepat tanggapi kecelakaan bus angkut siswa SPN di Jambi

Sementara itu, Jasa Raharja juga berkontribusi di bidang sosial bagi masyarakat melalui program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL). Dalam merealisasikannya, pihak Jasa Raharja berpedoman kepada empat pilar TJSL, yaitu Pilar Lingkungan, Pilar Sosial, Pilar Hukum dan Tata Kelola, serta Pilar Ekonomi.

Transformasi digital dan inovasi yang berhasil diusung ditambah dengan keberhasilan melakukan efisiensi memberikan dampak positif di sektor keuangan Jasa Raharja, sehingga membukukan kinerja kuartal III-2021 yang positif. Hal ini terlihat dari pertumbuhan total aset sebesar Rp16 triliun atau naik 16,39 persen dari posisi periode sama tahun lalu.

Dari sisi permodalan, Jasa Raharja tercatat memiliki permodalan yang kuat, dengan rasio risk based capital (RBC) sebesar 702,88 persen, meningkat 27,10 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 553 persen, seiring kenaikan ekuitas sebesar 22,01 persen menjadi Rp 12,68 triliun. Angka RBC ini jauh di atas angka RBC yang ditetapkan regulator, yakni sebesar 120 persen.

Jasa Raharja juga mencatatkan hasil investasi hingga September 2021 sebesar Rp590,12 miliar atau naik 7,01 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hal ini tentunya dapat dicapai dengan pengelolaan investasi yang aman dan juga seiring mulai membaiknya kondisi pasar modal jika dibandingkan dengan tahun 2020 pada saat awal pandemi.

Alhasil, PT Jasa Raharja mampu mencetak kinerja positif di tengah pandemi COVID-19, berupa peningkatan laba bersih sebesar 48,85 persen atau sebesar Rp1,35 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp911,68 miliar.

“Ke depan, Jasa Raharja akan terus melakukan optimalisasi pendapatan seiring dengan mulai meningkatnya mobilitas masyarakat, melalui aplikasi JRKu yang bisa langsung membayar pajak kendaraan bermotor maupun sistem host to host dengan seluruh operator angkutan baik darat, laut dan udara,” kata Rivan.

Baca juga: Korlantas Polri gelar pelatihan berkendara pengemudi ojek 'online'
Baca juga: Cegah Penularan Covid-19 dan Tekan Angka Laka Lantas, Jasa Raharja Fasilitasi Silaturahmi Online Nataru Tahun 2021.