Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menekankan warga menerapkan "3T" (testing, tracing, treatment) dan vaksinasi pada sejumlah kelompok prioritas terkait catatan kasus positif COVID-19 harian bertambah 31 kasus berdasarkan hasil tes PCR dan lima kasus dari hasil tes antigen pada Selasa.

Pemprov DKI Jakarta juga mengingatkan bahwa masih terdapat kemungkinan tertular dan menularkan virus COVID-19 jika masyarakat melonggarkan protokol kesehatan, meskipun sudah mendapatkan vaksin.

Baca juga: DKI diminta harus lebih waspada terhadap varian Omicron

"Hal ini terlihat dari kasus positif yang masih fluktuatif dan kini mengalami kenaikan. Butuh kerja bersama untuk memutus rantai penularan ini," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan sebanyak 11.899 spesimen telah menjalani tes PCR.

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 9.519 orang dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 31 positif dan 9.488 negatif.

Selain itu, dilakukan pula tes antigen sebanyak 42.482 orang dites dengan hasil lima kasus positif dan 42.477 kasus negatif.

Dwi juga menyampaikan target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.

"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 92.652 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 701.829 per sejuta penduduk," ujar Dwi.

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta menurun delapan kasus, sehingga jumlah kasus aktif sebanyak 322 orang yang masih dirawat atau diisolasi.

Jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta hingga saat ini sebanyak 864.223 kasus. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 850.319 dengan tingkat kesembuhan 98,4 persen, dan total 13.582 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6 persen; sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,4 persen.

Baca juga: Gubernur DKI kaji penerapan aturan PPKM level tiga pada akhir tahun

Untuk persentase kasus positif (positivity rate) sepekan terakhir di Jakarta sebesar 0,3 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,6 persen. Di sisi lain, WHO menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen.

Untuk Vaksinasi Program dosis 1 saat ini sudah mencakup 11,1 juta orang (124,5 persen), dengan proporsi 67 [ersen merupakan warga ber-KTP DKI dan 33 persen warga KTP Non DKI.

Jumlah yang divaksin dosis satu pada Selasa ini sebanyak 5.658 orang, sedangkan total dosis dua kini mencapai 9,1 juta orang (101,8 persen), dengan proporsi 70 persen merupakan warga ber-KTP DKI dan 30 persen warga KTP Non DKI. Jumlah yang divaksin dosis dua sebanyak 14.821 orang.

Pemprov DKI Jakarta juga terus menyediakan tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU dalam penanganan COVID-19.

Hingga 5 Desember 2021, sebanyak 140 rumah sakit yang merawat pasien COVID-19, untuk tempat tidur isolasi sejumlah 4.176, persentase keterisian sebesar 4 persen dengan total pasien isolasi sebanyak 170 orang.

Sedangkan untuk tempat tidur ICU sejumlah 673 unit, persentase keterisiannya sebesar 5 persen dengan total pasien ICU sebanyak 36 orang.

Pemprov DKI Jakarta menyarankan warga dapat langsung mendatangi tempat vaksinasi. Namun, untuk mempercepat proses, warga disarankan mendaftar secara daring terlebih dahulu melalui aplikasi JAKI atau situs corona.jakarta.go.id/vaksinasi.

Baca juga: Wagub DKI minta warga kurangi mobilitas saat PPKM Level Satu