Jakarta (ANTARA News) - Salah seorang Ketua Tim Pengawas Bank Century Priyo Budi Santoso mengatakan, Timwas akan segera memanggil Kepala Pusat Pelaporan Analisi dan Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein terkait adanya aliran dana Negara Islam Indonesia (NII).

"Dalam rapat Timwas mendatang akan memanggil PPATK untuk meminta keterangan soal aliran-aliran yang terkait Al Zaytun dan NII," kata Priyo di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa.

Bila dalam keterangan PPATK terbukti adanya dana milik Panji Gumilang, maka Timwas juga akan memanggil Panji Gumilang.

Selain itu, Priyo menambahkan, dari nama-nama di luar nama pemilik Bank Century Robert Tantular, ada dua-tiga nama yang seharinya bekerja di Bank Century dan mengenal Panji Gumilang.

"Timwas Bank Century akan meminta keterangan, akan inventarisir. Kalau dari situ ada temuan awal yang menginformasikan pihak-pihak lain seperti Panji Gumilang, tidak terelakkan untuk dipanggil. Tapi kalau Timwas sudah memegang informasi yang sahih, sangat terbuka memanggil Panji Gumilang," kata Wakil Ketua DPR RI itu.

Meskipun saat ini, Timwas Bank Century belum memiliki informasi yang betul-betul sahih, tapi informasi awal itu bisa digunakan untuk melacak dana Panji Gumilang.

"Adanya rekening misterius yang diduga milik NII atas nama Panji Gumilanh di Bank Century baru sebatas informasi awal, tapi bisa menjadi info awal untuk melacaknya," kata Priyo.

Ia juga meminta pemerintah terutama intelijen untuk melacak keberadaan NII.

"Karena NII adalah negara di dalam negara. Ini harus dituntaskan. Jangan pemerintah, alat-alat negara, alat-alat intelijen kecolongan besar seperti ini, sampai masif begini," kata Priyo.
(zul)