Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan meluncurkan Indonesian Integrated Monitoring System On Navigation (I-Motion) sebagai sistem kenavigasian, yang mengintegrasikan data dari vessel traffic services (VTS) dan stasiun radio pantai (SROP) serta berbagai sumber guna melaksanakan pengawasan lalu lintas di perairan nasional.

"Semoga sistem ini dapat bermanfaat dan dapat bersinergi dengan sistem yang dimiliki oleh kementerian dan lembaga lainnya," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

I-Motion diluncurkan dalam acara simposium bidang telekomunikasi pelayaran dengan tema "Sinergitas Pengawasan Maritim Mewujudkan Keselamatan Dan Keamanan Pelayaran".

Pelaksanaan kegiatan simposium di bidang telekomunikasi pelayaran tahun 2021 ini adalah sebagai forum diskusi antarkementerian /lembaga yang memiliki tugas di bidang pengawasan maritim untuk membahas kesiapan sumber daya pengawasan maritim.

Menhub Budi Karya menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan dengan dua pertiga luas lautan dan memiliki posisi strategis bagi jalur pelayaran dunia.

Secara hukum, Indonesia telah ditetapkan sebagai negara maritim yang tertuang pada United Nations Convention On The Law Of The Sea (UNCLOS) 1982.

Sebagai negara maritim, Indonesia tentunya harus memiliki sistem pengawasan yang kuat di wilayah perairan salah satunya I-Motion yang Rabu ini diresmikan dalam rangka menjaga kedaulatan dan mewujudkan keselamatan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim.

"Dengan terjaminnya keselamatan dan keamanan pelayaran, pastinya dapat menumbuhkan kepercayaan internasional yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan industri pariwisata serta sektor strategis lainnya," ujarnya.

Selain itu, Menhub Budi mengingatkan bahwa urgensi keselamatan dan keamanan pelayaran telah diamanahkan dalam UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan TNI Angkatan Laut mengapresiasi pelaksanaan simposium bidang telekomuniksi pelayaran, mengingat forum ini dapat dijadikan wadah untuk saling bertukar informasi dan berdiskusi terkait sistem pengawasan maritim serta isu-isu strategis yang terkait dengan keselamatan dan keamanan pelayaran.

"Pertahanan maritim yang kuat dan tangguh merupakan suatu kebutuhan agar keamanan maritim dapat terjaga dan kedaulatan negara di laut dapat ditegakkan dengan mengedepankan tiga kata kunci, yaitu komunikasi, koordinasi dan kolaborasi," kata Yudo.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Arif Toha menyampaikan pihaknya ingin menyamakan langkah dan tujuan dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya di bidang pengawasan maritim, mengingat luasnya wilayah perairan Indonesia sehingga diperlukan sinergi dalam mengawasinya demi mewujudkan keselamatan dan keamanan pelayaran.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga berkomitmen untuk senantiasa melaksanakan pengembangan pada sarana prasarana yang terkait dengan pengawasan maritim, di mana sistem I-Motion merupakan salah satu solusi terkait kebutuhan akan suatu sistem pengawasan maritim terintegrasi dalam mewujudkan keselamatan dan keamanan pelayaran di perairan Indonesia," kata Arif.

Baca juga: Kemenhub optimalkan peran pelabuhan untuk menunjang kinerja tol laut
Baca juga: Kemenhub terbitkan aturan baru perjalanan dengan transportasi laut
Baca juga: Kemenhub siap cetak SDM berkualitas bidang transportasi laut