Jakarta (ANTARA News) - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Pol Anton Bachrul Alam mengatakan 19 pelaku terorisme yang ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror diduga berasal dari kelompok baru.

"Para pelaku yang ditangkap pada tujuh titik yang berbeda diduga berasal dari kelompok baru," katanya di Jakarta, Jumat.

Tiga pelaku ditangkap di Aceh berinisial P, J dan F, di Bogor adalah P, A, A, E dan R, di Kramat Jati adalah F, D dan Y, di Rawamangun adalah M di Pondok Kopi ada lima yakni A, D, M, R dan A, Bekasi satu orang berinisial A dan Tanggerang berinisial J.

"Pemimpinnya adalah P dari Aceh, yang juga sutradara film dokumenter. Dimana aksi yang akan dilakukan akan didokumentasikannya," kata Anton.

Para pelaku dapat dipastikan adalah kelompok teror bom buku yang ditujukan ke empat sasaran di Jakarta Maret lalu.

"Para pelaku belajar jihad dari buku, dalam melakukan aksi terornya ada yang sebagai kurir dan pencetak," katanya.

Pria tidak dikenal mengirimkan paket bungkusan buku yang berisi bom pada tiga lokasi yang berbeda Selasa Maret lalu (15/3), yaitu kepada pimpinan Komunitas Utan Kayu, Ulil Abshar Abdalla, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Gories Mere, tokoh Pemuda Pancasila dan Yapto S Soeryosumarno.

Esoknya, Rabu (16/3), ancaman paket bom ditujukan kepada musisi Ahmad Dhani.

Paket bom yang dikirim pelaku kepada Ulil, sempat meledak saat Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestro Jakarta Timur, Komisaris Polisi Dody Rahmawan mencoba menjinakkannya.(*)

S035/S019