Bandung (ANTARA) - Balai Bahasa Jawa Barat (Jabar) menyatakan telah menerjemahkan 30 produk sastra daerah selama tahun 2021 dan sasaran dari penerjemahan tersebut adalah karya sastra untuk siswa sekolah dasar (SD) dan pendidikan anak usia dini (PAUD).

"Alhamdulillah 30 produk pada tahun ini. Dan di tahun 2022 nanti Insya Allah ada 25 produk. Dengan sasaran yang mengerucut ke pendidikan dasar, terutama SD, dan PAUD," kata Kepala Balai Bahasa Jabar Dr Syarifuddin seusai menghadiri acara Diseminasi Hasil Penerjemahan Karya Sastra Daerah, di Bandung, Kamis.

Syarifuddin menuturkan penerjemahan tersebut dilakukan untuk karya sastra yang ada di Jabar dan karya sastra tersebut ditulis pengarang yang ada di Jabar.

"Karya-karya sastra yang diterjemahkan itu adalah karya sastra bahasa daerah dari
​​​​​​ provinsi Jawa Barat ini. Nah semua hasil karya itu memang ditulis oleh para pengarang yang ada di Jawa Barat, yang menggunakan bahasa daerah," ujar dia.

Baca juga: Balai Bahasa Jawa Tengah lakukan penyusunan kamus bahasa Jawa

Baca juga: Balai Bahasa susun kamus pemelajar bahasa Bali


Ia menuturkan karya sastra tersebut dihasilkan dari hampir seluruh daerah yang ada di Jabar.

"Di daerah kita khusus karya sastra itu, ada hampir semua daerah yang ada di jawa barat terdapat karya sastra," katanya.

Diseminasi Hasil Penerjemahan Karya Sastra Daerah, kata dia, dilakukan dalam rangka menyamakan persepsi hasil penerjemahan terhadap karya sastra daerah.

"Memang sebelumnya sudah ada acara yang sama itu adalah bagaimana penyamaan persepsi untuk melakukan penerjemahan. Jadi kami ingin menyamakan persepsi dengan digelarnya acara tersebut," kata dia.

"Di sini lah kita akan berbicara hasil-hasil yang sudah dilakukan itu, hasil penerjemahan, apakah itu sudah sesuai dengan standar yang disepakati bersama dan lain sebagainya. Selain itu apakah ini sudah sesuai dengan apa yang diinginkan dari program penerjemahan ini," tambahnya.

Syarifuddin mengatakan salah satu program ke depannya adalah adanya digitalisasi namun saat ini masih difokuskan dalam kemasan cetak.

"Memang salah satu program ke depannya adalah digitalisasi. Tapi untuk sementara ini, baru berbentuk cetak, dan akan di kirimkan kepada masyarakat terutama ke dunia-dunia pendidikan," ujar Syarifuddin.

Dunia pendidikan sampai ke pendidikan menengah untuk tahun 2021. Namun tidak menutup kemungkinan akan dibaca oleh tingkat pendidikan yang lebih tinggi, kata dia.

Baca juga: Gandeng Balai Bahasa DIY, Bantul lestarikan sastra Indonesia-Jawa

Baca juga: Balai Bahasa Sulawesi Utara selenggarakan bengkel sastra penulisan